Pemerintah Bahrain Didesak Tindak Tegas Pelaku Ilmu Hitam

shares

Peralatan sihir. (livescience.com)
Ilmu sihir telah ada sejak ribuan tahun lalu, seiring dengan berkembangnya kepercayaan di suatu daerah di berbagai negara. Bukan hanya negara-negara Afrika yang sering menggunakan ilmu sihir, dalam kepercayaannya, benua Eropa, Asia hingga Amerika pun mempunyai berbagai media untuk melakukan sihir tersebut.



Namun, seiring kemajuan teknologi, sihir kian kemari kian tidak dipercaya kebenarannya. Tapi praktik ini bukan berarti musnah dari muka bumi.

Seperti yang terjadi di Bahrain. Seorang pejabat di Bahrain baru-baru ini menuntut pemerintah, untuk segera mengambil langkah-langkah untuk memperingatkan warganya supaya meninggalkan praktik sihir.

Warga Bahrain banyak yang percaya kepada sihir dan ilmu hitam, untuk mewujudkan maksud tertentu. Namun bukan berarti semuanya berjalan lancar, seperti kisah seorang istri yang berkonsultasi ke dukun, dan menginginkan suaminya taat kepadanya. Dukun tersebut melakukan ritual sihir, dan si istri diperintahkan untuk mencampur makanan yang telah diberi darah. Namun nahas, sang suami malah mengalami kelumpuhan, dan akhirnya keluarga tersebut berpisah.

Hal-hal seperti itu tentu menjadi kekhawatiran bagi siapapun, karena sihir dapat merusak, bukannya menjadikan semuanya berjalan dengan baik. Anggota parlemen, Mohammed Buqais, juga mengecam pemerintahannya karena telah gagal untuk meningkatkan kesadaran bagi warga Bahrain untuk menjauhi sihir dan ilmu hitam.

"Saya belajar di sekolah selama 12 tahun dan bekerja menjadi guru selama 15 tahun, tapi belum pernah membahasa tentang ilmu sihir dan pembahasannya. Ini berarti pemerintah gagal untuk meningkatkan kesadaran," ucap Buqais kepada gulf Daily News, yang kami kutip dari Livescience.

Sihir memang bertentangan dengan keyakinan mayoritas warga di Bahrain, namun praktiknya tetap ada dan sembunyi-sembunyi. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, dan pemerintah dipaksa untuk lebih menindak tegas pelaku yang menggunakan sihir dan ilmu hitam lainnya.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar