'Bandara Hantu' di Spanyol Siap Dijual

shares

Bandara hantu di Spanyol (http://edition.cnn.com)
Bandara terbesar di pusat Spanyol, yang menghabiskan biaya US$1,5 miliar atau Rp18 triliun akan dilelang. Yang dimulai dari harga pembukaan US$150 juta atau Rp1,8 triliun. Bandara tersebut tidak pernah beroperasi sejak tahun 2011.


Bandara yang mempunyai landasan pacu cukup untuk lepas landas Airbus A380, pesawat terbesar di dunia ini, mampu menangani penumpang hingga 10 juta orang per tahun. Bandara ini berada di Ciudad Real, 200 kilometer dari selatan Madrid.

Awal pembangunan bandara ini adalah adanya peningkatan permintaan properti di Spanyol. Pada Desember tahun 2008, penerbangan pribadi di bandara ini beroperasi, tapi lalu lintas di bandara tidak pernah mengalami peningkatan. CR Aeroouertos, sebagai operator terminal, akhirnya mengalami kebangkrutan pada Juni 2012, dan mempunyai utang sekitar US$450 juta atau Rp5,4 triliun.

Dan akhirnya, pada Senin mendatang, lelang segera diselenggarakan, dengan tawaran dimulai dari harga Rp1,8 triliun. Lelang ini akan berakhir tanggal 27 Desember 2013.

Ciuadad Real, merupakan kota berpenduduk 75.000 jiwa, dan terletak di tengah-tengah antara Madrid dan Cordoba. Bandara ini awalnya ditujukan untuk menarik pengunjung dari ibu kota Spanyol dan Andalusia, yang jarak tempuhnya kurang sari satu jam dengan kereta api cepat.

Sutradara asal Spanyol peraih piala Oscar, Pedro Almodovar, pernah melakukan syuting di bandara ini untukfilm terbarunya, dan dia mengatakan "Saya sangat kagum" dengan bandara ini.

Namun saat ini bandara sudah tidak lagi digunakan, dan landasan pacunya telah dicat kuning, yang menandakan kepada pilot bahwa bandara ini tidak bisa digunakan untuk mendarat.
Tempat pelayanan bandara yang sepi. (http://edition.cnn.com)
Saat ini Spanyol mempunyai sekitar 47 bandara umum yang tidak melayani secara reguler, dan 15 bandara di antaranya hanya melayani 100.000 penumpang per tahun, atau satu kali penerbangan dalam sehari. 

bahkan bandara di Castellon, Mediteranian, bernasib lebih parah dari Ciudad Real, sejak dibuka tahun 2011, belum satu pun melayani penerbangan.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar