Dari Kursi Empuk, Pilot Luncurkan 'Hell' ke Taliban

shares

Pilot pengontrol pesawat UAV. (dailymail.co.uk)
Duduk di sebuah layar dan kontrol komputer, pilot menerbangkan pesawat tak berawak di atas langit Afganistan. Pesawat tak berawak (UAV) seharga US$10 juta itu, dikendalikan dari pusat kontrol sejauh 13.000 kilometer dari medan perang.

Pusat kontrol tersebut berada di selatan Anglia, Inggris. Pilot-pilot tersebut yang bertanggung jawab atas serangan menggunakan rudal Hell-fire, yang dipandu oleh sinar laser. Untuk membidik sasaran dengan tepat.

Adalah pilot berpangalaman dari Skuadron XIII Reapers, yang senantiasa mengendalikan pesawat UAV ini. Mereka senantiasa menerbangkan UAV ini di atas langit tanpa hukum Pakistan dan Yaman, untuk memerangi Taliban.


Pilot pengontrol pesawat UAV. (dailymail.co.uk)
Pesawat tersebut dilengkapi dengan kamera, yang mampu mengirimkan gambar dengan kualitas tinggi. Setiap hari, lebih dari 14 jam UAV terbang di atas langit. Selain untuk menyerang, mereka juga memonitor, dan menemukan sasaran yang diduga sarang teroris.

Namun misi tersebut tidak selalu sukses, beberapa waktu lalu, mereka salah membidik sasaran. Dan rombongan pengantin menjadi targetnya akibat kesalahan mengidentifikasi target.

Kesalahan tersebut memang terhitung jarang terjadi, jika dilihat dari jumlah terbang dan peluncuran rudal. Mereka menyebutkan telah melakukan serangan udara sebanyak 456 kali, dengan jam operasional hampir 54.000 jam terbang di Afganistan.


Pesawat tanpa awak lepas landas. (dailymail.co.uk)

"Pemenang pertempuran adalah mereka yang mementingkan teknologi, yang membantu melindungi tentara dan warga sipil," ucap Philip Hammond, Menteri Pertahanan Amerika.

Pertempuran lewat UAV ini menjadi penting bagi negara-negara barat, karena mereka tidak memerlukan tentara untuk dikirim ke medan perang secara langsung.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar