Nostalgia Jakarta Tempo Dulu di Lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng

shares

Suasana Tanah Abang 1910.
Bagi generasi muda saat ini, mungkin tidak akan mengenal dengan sosok Tante Liem. Seorang berkebangsaan Belanda yang lahir tahun 1943 di Surabaya. Saat berusia 14 tahun ia harus rela pergi ke negara asalnya, Belanda.

Akibat konflik Irian tahun 1957, membuat hubungan Indonesia dan Belanda memanas. Sehingga mau tidak mau, ia harus diungsikan ke negara asalnya. Namun ia tidak menyukai iklim Belanda yang dingin, serta makanannya yang tidak sesuai seleranya.

Dari situlah diciptakannya lagu "Geef Mij Maar Nasi Goreng" atau "Beri Aku Nasi Goreng." Lagu ini memang tidak akan populer saat ini, tapi dalam sebuah video klip yang ada di situs YouTube, bisa memberikan Anda gambaran Jakarta tempo dulu.

Lagu ini juga memberikan kita gambaran bahwa, nasi goreng memang sudah populer dari dulu, bahkan bangsa keturunan Belanda pun menyukainya. Bukan hanya nasi goreng, dalam liriknya ada kerinduan bagi Tante Liem akan sambal, kerupuk, onde-onde, kue lapis, lontong dan lainnya.

Sedangkan dalam video klipnya, kita bisa menyaksikan bagaimana Jakarta tempo dulu, yang masih bebas dari gedung-gedung tinggi, di sana diambarkan bagaimana Tanah Abang, Harmoni, Pasar Baru, Medan Merdeka, dan jalan-jalan protokol lainnya pada tahun 1910. Transportasi Jakarta kala itu berupa trem dan delman yang lalu lalang di jalanan ibu kota.

Kita bisa bernostalgia, dan mengenang Jakarta tempo dulu di sini, untuk lebih jelasnya, berikut video klipnya:


Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar