5 Alasan untuk Tidak Menggunakan Minyak Goreng Bekas

shares

Minyak goreng.
Saat memasak menggunakan minyak goreng, terkadang tidak semua minyak terpakai habis. Bagi sebagian ibu rumah tangga, pasti akan enggan untuk membuang minyak bekas ini, terlebih harga minyak setiap waktunya mengalami kenaikan.

Namun, jika melihat efek samping yang dapat terjadi, maka Anda perlu menghilangkan kebiasaan ini. Minyak yang telah digunakan untuk menggoreng, akan menyisakan residu, yang berbahaya bagi kesehatan.

Terlebih jika minyak tersebut tidak disimpan di lemari pendingin, maka bakteri akan mudah berkembang. Bahkan minyak sisa juga bisa menyebabkan keracunan, dan yang lebih berbahaya lagi dapat menimbulkan kanker.

Setiap jenis minyak mempunyai titik jenuh berbeda-beda, nah jika titik jenuh minyak sudah melampau batas, maka Anda sebaiknya mengganti dengan yang baru dan membuang minyak yang sudah digunakan.

Lalu, bahaya dan ciri apa saja yang dihasilkan minyak bekas ini? Berikut penjelasannya:

1. Minyak yang digunakan dapat menyimpan residu dari makanan olahan sebelumnya. Dan bisa saja berbahay jika digunakan untuk menggoreng bahan lainnya.

2. Mminyak bekas bisa membawa zat karsigenik, yaitu zat yang akan memicu timbulnya kanker.

3. Makin banyak minyak digunakan untuk menggoreng, maka akan semakin meningkat risiko bagi kesehatan.

4. Minyak yang terlalu panas, akan cepat rusak. Dan minyak yang rusak tidak baik bagi tubuh.

5. Kenali titik jenuh minyak, dengan menggunakan termometer. Biasanya ada dalam kemasan minyak yang dijual.

Apapun merek minyak itu, minyak bekas sangattidak dianjurkan bagi Anda yang peduli dengan kesehatan. Dan yang lebih baik, menggunakan minyak zaitun. Atau menggunakannya sekali dalam setiap menggoreng.

Mari kita mencegah penyakit sebelum mengobatinya, karena pengobatan biasanya membutuhkan biaya yang sangat besar.


via Boldsky
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar