6 Pengobatan Alternatif untuk Alergi Sebuk Sari

shares

Alergi serbuk sari. sumber
Alergi bisa sangat merepotkan, dan terkadang kita tidak tahu penyebab utamanya. Dan jika alergi sudah menyerang, maka salah satu cara untuk meredakannya dengan bantuan obat. Salah satu alergi yang cukup umum adalah alergi serbuk sari.


Alergi ini bisa membuat seseorang terus bersin, dan tidak mampu mengontrolnya. Dan dalam kasus yang ekstrem, bisa menyebabkan kehilangan konsentrasi, mengantuk, dan merasa lelah sepanjang hari.

Lalu bagaimana menyembuhkannya? Berikut enam cara yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan alergi ini, yang kami kutip dari Boldsky:

1. Membilas dengan garam
Serbuk sari yang menempel di dalam hidung, tentu akan membuat gatal yang sangat, bahkan susah dihilangkan. Salah satu caranya adalah dengan membilas di larutan garam, dan terus menjaga kebersihan diri.

2. Daging ayam
Saat kita terkena alergi, hindari mengonsumsi daging sapi, karena kaya akan oleat, yang tidak baik bagi alergi. Tetapi, konsumsi ayam, karena nutrisi dalam ayam, mampu mengendalikan alergi yang Anda derita.

3. Suplemen minyak ikan
Leukotrien berpengaruh besar terhadap alergi, dan ini perlu dikurangi. Salah satu caranya adakah dengan minyak ikan. Dalam minyak ikan terdapat allergant, yang akan mengurangi leukotrien.

4. Tanaman Butterbur
Tanaman yang langka ini, sangat baik dalam menanggulangi masalah alergi. Namun tanaman Butterbur berkembang di daerah subtropis, yang tumbuh dalam waktu-waktu tertentu.

5. Akupuntur
Metode pengobatan ini memang cukup terkenal di daratan China. Pengobatan alternatif ini, cukup ampuh untuk menanggulangi masalah alergi, namun harus disesuaikan juga dengan kemampuan tubuh terhadap toleransi alergi.

6. Kunyit
Tanaman rimpang ini sangat baik sebagai dekongestan, sehingga dengan mudaqh melegakan tenggorokan dan saluran pernapasan.

Namun perlu diingat, pengobatan di atas tidak semuanya mampu meredakan alergi, kembali lagi kepada orang yang terkena alergi dan toleransinya dalam pengobatan.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar