Danau 'Atlantis' di Manchester Terancam Kering

shares

Pengunjung melihat danau yang mengering.
Pada tahun 1930, sebuah desa di Mardale Green, Cumbria, Inggris ditinggalkan. Dan sedikit demi sedikit air mulai memenuhi desa tersebut. Akhirnya pada tahun 1935, desa tersebut menghilang, seiring dengan meningkatnya permukaan air.

Desa tersebut ditinggalkan demi penampungan air atau waduk, yang akan menjadi sumber air bagi sebagian besar masyarakat Manchester. Namun kini, setelah 80 tahun berlalu, air tersebut mulai mengering kembali.

Pada saat itu, ratusan masyarakatnya dipindahkan. Bangunan yang ada di waduk itu pun tenggelam dengan meningkatnya air waduk. Namun pemandangan tahun 1930, kini mulai terlihat kembali siiring turunnya level permukaan air waduk.



Pengunjung mulai datang ke waduk yang mengering.
Kini, desa yang tadinya tenggelam bagaikan 'kota atlantis' yang menjadi dongeng selama berabad-abad, mulai terlihat kembali.

Rendahnya curah hujan menjadi penyebab turunnya air di waduk tersebut. Kini puing-puing rumah yang ditinggalkan mulai terihat, walaupun sebagian besar sudah lebur menjadi tanah. 



Waduk yang mulai mengering.
Namun bebatuan memperlihatkan bagaimana pondasi rumah dan bangunan yang tersisa, bagaikan menemukan 'kota atlantis' yang hilang. Level air di waduk ini mulai terlihat berkurang dari tahun 1960, namun penurunan saat itu belum signifikan.

Tetapi saat ini, rendahnya curah hujan menjadi penyebab, air waduk mulai meghilang. DI Cumbria sendiri, curah hujan bulan september sekitar 2,3 milimeter, dan hanya 2 persen dari ekspektasi.

Dan sekarang seiring dengan mengeringnya air di sana, banyak wisatawan yang ingin melihat bangunan yang dulu ditinggalkan yang kini mulai terlihat kembali. (Mirror)
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar