Mengemis, Ibu Hamil dan Anaknya Pulang Pakai Mobil Mewah

shares

Pengemis kaya.
Fenomena pengemis saat ini bukan hanya sebagai pencari belas kasihan orang lain saja, tetapi sudah menjadi sebuah profesi yang menjanjikan uang banyak. Tidak sedikit pengemis di organisir oleh kelompok-kelompok tertentu, atau sebagai ajang meraup pundi-pundi rupiah.

Memang hal ini sangat memprihatinkan, karena banyak mereka yang mengemis ternyata bukan dari kalangan orang miskin, tetapi orang kaya dan berkecukupan pun tidak malu-malu untuk meminta-minta uang. Hal ini juga terjadi bukan hanya di Indonesia saja, bahkan warga California pun melakukannya.

Seperti yang disaksikan oleh orang bernama Melissa Smith, yang berasal dari San Diego, California, di mana setiap akhir pekan ada seorang wanita yang sedang hamil bersama dengan anaknya, meminta-minta di tepi jalan. Mereka berharap ada yang membantunya dengan keadaan seperti itu.

Dan memang, tidak membutuhkan waktu yang lama, ia dan anaknya berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang. Dengan bermodalkan karton bertuliskan "Help Me", dalam lima menit saja, banyak orang-orang berhenti dan memberikannya uang.

Namun Melissa kaget, kala ia sudah mendapatkan uang cukup banyak, ia pulang menggunakan mobil mewah bermerek Mercedes Benz, seharga US$35.000 atau Rp420 juta. Tidak tanggung-tanggung, mobil yang dipakainya bukan keluaran lama, tetapi baru.

Penasaran, ia pun mengikuti mobil tersebut. Dan terlihat di dalamnya wanita hamil tersebut pergi bersama seorang lelaki sambil menghitung uang dan tertawa. "Mereka tampak asyik menghitung uang, tertawa, dan anak kecilnya tidak duduk di kursi tetapi melihat mereka sedang menghitung," ucap Melissa.

Rekaman tersebut pun langsung diberikan kepada salah satu stasiun televisi, dan dengan sigap dilakukan penelusuran. Dan akhirnya plat mobil tersebut diketahui pemiliknya, yang tinggal di perumahan elit, dengan sewa sekitar US$2.500 perbulannya.

Ternyata, pengemis kaya bukan hanya milik kita saja. Tetapi mereka yang berada di negara maju pun melakukannya. (Mail Online)
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar