Melahirkan di Air, Bayi Temui Ajalnya

shares

Melahirkan bayi di air.
Melahirkan di dalam air saat ini mulai banyak dilakukan. Ada yang mengatakan cara ini cukup efektif, cepat dan tidak menyakitkan sang ibu. Sehingga tidak sedikit ibu-ibu hamil yang mencobanya, agar sang bayi bisa keluar dengan lancar.

Namun risikonya juga tidak sedikit, bahkan cara ini bisa membuat seorang ibu kehilangan bayinya. Bukan karena tenggelam, melainkan karena faktor lain, seperti lingkungan, kebersihan, dan penanganan pasca melahirkan.

Hal ini yang terjadi pada salah satu ibu di Texas, yang harus kehilangan bayinya setelah beberapa minggu melahirkan di dalam air. Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap serangan virus, bakteri, atau patogen lainnya.

Menurut laporan dari departemen kesehatan di Texas, yang menginvestigasi kejadian ini, mengungkapkan jika bayi yang meninggal tersebut diakibatkan penyakit Legionaires, yang merupakan bentuk parah dari penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Legionella, yang dapat hidup di air hangat dan banyak ditemukan di sistem pipa kolam air hangat.

Kasus ini adalah yang pertama terjadi di tahun 2014, yang dikaitkan kelahiran di dalam air di Amerika Serikat. Namun di negara-negara Eropa seperi Inggris dan Prancis, ada kasus serupa yang terjadi dan dilaporkan.

Setiap tahunnya, dilaporkan sekitar 8.000 hingga 18.000 bayi mengidap infeksi ini, ditambah dengan melahirkan bayi di dalam air, maka infeksi ini bisa bertambah parah.

"Bayi berada di dalam risiko tinggi, karena sistem kekebalan tubunya belum berkembang, begitu juga dengan fisiologi mereka," ucap Elyse fritschel, seorang epidemologi di departemen kesehatan Texas.

Melahirkan bayi di dalam iar juga umumnya tidak dianjurkan, karena tidak ada bukti manfaatnya, dan ada potensi risiko pada bayi yang jau lebih besar. (Livescience)
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar