14 Tahun Belajar Nyetir, Wanita Ini Tidak Pernah Lulus Tes

shares

Janine Mars, wanita tidak pernah lulus tes mengemudi. foto
Untuk menghindari banyaknya kecelakan, setiap pemakai kendaraan bermotor wajib mempunyai lisensi berkendara, yaitu Surat Izin Mengemudi (SIM). Surat ini dikeluarkan langsung oleh kepolisian, bagi warga yang ingin berkendara sendiri.

Memang tidak mudah untuk mendapatkannya SIM, baik itu untuk roda dua maupun roda empat. Karena setiap peserta wajib mengikuti serangkaian tes praktek dan materi. Hal ini bertujuan setiap pengendara tertib saat berada di jalanan.

Biasanya, bagi mereka yang tidak lolos dalam mendapatkan SIM, maka pihak kepolisian akan memberikan tenggat waktu agar belajar kembali, guna semua tes bisa diselesaikan dengn baik. Tetapi bagaimana jika tes yang dilakukan 250 kali dan belum lulus juga?

Seorang calon pengendara, telah menghabiskan lebih dari £5.000 atau Rp100 juta, untuk 250 kali nelajar menyetir selama 14 tahun. Namun ia telah masuk dalam daftar hitam dari sekolah mengemudi setempat, karena selalu gagal saat tes.

Janine Mars, yang kini berusia 31 tahun, telah memiliki lima instruktur mengemudi yang berbeda, hanya untuk gagal dalam ujian prakteknya.

Meskipun instruksi telah intensif mengajarkannya, Mars masih tidak dapat mengemudi di persimpangan tanpa memajukan atau memundurkan mobilnya.

Dia mengatakan, saat ini situasinya sangat buruk, dia tidak dapat menemukan seorang instruktur di dekat rumahnya di Chatham, Kent, yang akan bersedia untuk membawanya mempunyai keterampilan mengemudi.

"Setelah beberapa tahun saya menghitung berapa banyak saya telah menghabiskan. Ini pasti lebih dari £5000 saat ini. Saya bisa membeli mobil baru untuk itu. Aku tidak bisa menyerah sekarang, terlalu banyak hilang untuk berhenti saat ini," ucap Mars.

Kini Mars sedang mencari orang yang benar-benar bisa memberikannya kemudahan dalam mengemudi. Apakah Anda bersedia menjadi instrukturnya? Ini mirip dengan kisah film animasi SpongeBob, bukan.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar