Mengerikan, Ayah Temukan Anaknya Bermain Bola dari Tengkorak

shares

Tengkorak. Foto
Anak-anak adalah masa di mana senang dengan bermain. Apalagi dengan adanya teman, bermain akan semakin menyenangkan. Banyak permainan yang bisa dilakukan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Dan salah satu permainan favorit anak-anak adalah bermain bola. Ya, permainan bola memang tidak hanya dilakukan oleh mereka yang sudah dewasa saja, anak-anak pun senang memainkannya walaupun terkadang tidak menggunakan bola standar.

Terkadang anak-anak menggunakan benda-benda berbentuk lainnya, yang digunakan untuk bermain bola. Tapi kali ini, seorang ayah bernama Vasiliy Starovoytov, yang hendak pergi untuk menonton anak Roman bermain bola, menemukan hal yang sangat mengerikan..

Bocah berusia 8 tahun tersebut, sedang asyik melakukan tendangan di sekitar gurun di belakang rumahnya di Baltiysk, Rusia. Tapi sang ayah sedikit curiga, ketika ia tiba dan melihat bola yang mereka gunakan.

"Bola itu tidak memantul seperti bola normal, dan jarak bola itu ketika ditendang tidak akan terlalu jauh. Jadi saya mulai bertanya-tanya, apa yang mereka gunakan untuk permainan bola tersebut. Saya benar-benar terkejut ketika mereka menunjukkannya," ucap Vasiliy yang kami kutip dari Dailystar.

Ketika ayahnya meminta anak-anak menunjukkan apa yang mereka gunakan, anaknya mengatakan dia tahu jika bola itu berasal dari manusia, tapi mereka tidak mempedulikannya.

Vasiliy lalu mengambil tengkorak dan meminta mereka untuk menunjukkan kepadanya, di mana mereka telah menemukan tengkorak tersebut.

"Mereka menunjukkan saya sebuah pipa gas tua yang sedang digali, dan saya melihat ada beberapa tulang lain jadi aku menelepon polisi," katanya.

Seorang juru bicara polisi mengatakan: "Tengkorak kemungkinan besar berasal dari seorang prajurit yang meninggal selama Perang Dunia II, karena ini bukan pertama kalinya kami telah menemukannya di daerah tersebut. Dan polisi telah mengambil untuk pemeriksaan lebih jauh lagi."
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar