Kisah Heroik Ibu Selamatkan Anaknya dari Rahang Buaya

shares

Buaya besar di sungai. Foto
Kasih sayang ibu terhadap anaknya tidak bisa disepelekan, walaupun saat ini banyak sekali ibu yang rela membunuh anaknya. Tetapi, banyak sekali ibu-ibu di luar sana, yang rela berkorban bahkan nyawanya demi sang anak.

Bukan hanya sebatas ekonomi yang harus diperjuangkan sang ibu bagi anaknya, tetapi nyawa pun bisa menjadi taruhannya. Bahkan ibu rela berkorban dan bertarung demi anaknya, demi menyelamatkannya dari pemilik rahang terkuat di dunia, buaya.

Seorang ibu dengan aksi heroiknya, berhasil menyelamatkan putrinya dari buaya sepanjang 3,9 meter dalam pertempuran yang cukup panjang dan menguras tenaga. Walaupun ia hanya dipersenjatai dengan dayung kayu untuk mencuci.

Adalah Diwalinen Vankar, wanita berumur 58 tahun, pergi dengan putrinya yang berumur 19 tahun, Kanta, ke tepi Sungai Vishwamitri, 40 kilometer dari Vadodara, India barat, untuk mencuci pakaian mereka.

Ketika mereka memeras cucian, buaya menyambar kaki kanan Kanta dan menyeretnya ke dalam sungai yang keruh.

Serangan mendadak mengguncang Vankar, yang buru-buru meraih tangan putrinya untuk mencoba dan menariknya kembali bebas dari cengkeraman buaya.

Diwalinen Vankar dan anaknya Kanta.
Namun buaya sangat kuat menggenggam sang anak dengan rahangnya, dan kaki putrinya tersebut terkunci dengan gigi-gigi tajam buaya.

Vankar mengatakan: "Saya menggunakan semua kekuatan saya untuk menariknya kembali, tapi buaya itu begitu kuat saya tidak bisa membuatnya bergerak satu inci pun. Untuk sesaat aku merasa buaya akan menenggelamkan putri saya ke dalam air."

Tapi ibu ini berpikir dengan cepat kemudian memutuskan untuk menyerang buaya, dengan dayung cucinya.

"Selama beberapa menit saya mencoba untuk menariknya dengan tangan saya, tapi kemudian aku berhasil meraih kayu dan mulai memukul kepalanya. Kakinya terjebak di antara gigi, dan menusuk membuatnya menangis kesakitan," katanya.

Bukan hal yang mudah untuk membebaskan putrinya. Setidaknya ia butuh waktu 10 menit, untuk bisa membebaskan sang putri dari rahang buaya.

Setelah mendengar keributan itu, penduduk desa bergegas untuk membantu dan mendorong Kanta ke rumah sakit, di mana dokter merawatnya akibat cedera kaki.

Sang ibu mengatakan terpaksa mencuci pakaian mereka di sungai, karena desa kekurangan air dan listrik, tetapi ia bersumpah tidak pernah kembali ke sungai tersebut.

Seorang petugas satwa liar mengatakan, sungai adalah rumah bagi buaya ganas dan penduduk desa telah diperingatkan untuk menghindari sungai.

Tahun lalu, enam orang tewas dalam serangan buaya di Vadodara. Dan ada lebih dari 200 buaya di Sungai Vishwamitri.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar