Pendaki Ini Ceritakan Kisahnya Bak Film Vertical Limit

shares

Gunung curam tempat pendaki mencari Jet. Foto
Maish ingatkah Anda dengan film Vertical Limit? Salah satu film yang menyoroti kehidupan pemanjat tebing. Film ini di awali dari sebuah keluarga yang sedang melakukan pemanjatan tebing, yang sangat curam.

Sang ayah membawa kedua anaknya saat itu, yang dilatihnya sejak dini. Namun akibat kesalahan, mereka semua hampir menemui ajalnya, dan sang ayah harus mengorbankan nyawaya demi menyelamatkan kedua anaknya.

Ternyata siapa sangka, jika kisah ini bukan hanya ada di dalam film saja. Seorang pemanjat tebing sekaligus pendaki gunung harus jatuh kepada kematiannya. Setelah temannya harus membuat keputusan menyakitkan, yaitu memotong tali pengaman.

Malcolm Hall, yang saat itu berusia 51 tahun, telah menghabiskan setengah perjalanan hidupnya untuk menuruni tebing berbahaya bersama rekannya untuk mencari batu permata.

Namun siapa sangka pendaki berpengalaman ini, bisa masuk ke dalam kesulitan dengan tali. Di mana ia dan rekannya tersebut menggantung di atas ketinggian 54 meter di atas pantai yang berbatu.

Teman yang bernama Yusuf Faichney panik, walaupun ia bersama seorang pendaki yang berpengalaman, ia berjuang mati-matian untuk berpegangan kepada tali dan benda-benda yang bisa diraihnya.

Tapi dihadapkan dengan 'situasi yang tidak memungkinkan' apakah Hall menyeret bersama temannya ke laut, atau berupaya untuk menyelamatkan hidup temannya. Dan Faichney tidak memiliki pilihan saat itu, selain memutuskan tali.

Rekanan ini pada saat itu sedang mencari jet, atau batu permata hitam di salah satu tebing. Tapi tali yang digunakannya mengendurkan dari batu yang menambatkan mereka berdua, dan Hall diseret mendekati tepi tebing, namun ia berusaha keras untuk menahan berat temannya.

Namun ia tidak bisa melakukannya, dan akhirnya memotong tali temannya tersebut.

"Aku berteriak dan menjerit dan berpikir bahwa ia akan menarik saya. Saya panik," kata Faichney.

Setelah memotong tali temannya yang longgar, Faichney ditangkap atas dugaan pembunuhan. Tapi ia dibebaskan tanpa syarat ketika Crown Prosecution Service memutuskan, bahwa ia mengambil satu-satunya pemikiran yang wajar baginya dengan memutuskan untuk menyelamatkan hidupnya sendiri.

Asisten koroner Malcolm Donnelly mengatakan: "Dia dalam situasi sulit dan harus menyelamatkan hidupnya sendiri. Dia adalah seorang pemula dan mengandalkan pengetahuan dari orang yang lebih berpengalaman."

Detektif Sersan Mark Proctor, yang menyelidiki insiden itu, mengatakan tidak ada jangkar yang aman yang digunakan oleh Hall. Dia juga memperingatkan bahwa perburuan untuk jet--hobi populer di daerah Whitby--secara teknis disebut pencurian, karena berada di Mulgrave Estate tanpa izin.

"Jelas kami akan menarik orang-orang untuk menggunakan sedikit akal sehat, untuk tidak menempatkan diri mereka pada risiko dalam berbagai jenis kegiatan," kata Mark.

Tim koroner menyimpulkan bahwa kematian, yang tinggal di Skelton, North Yorkshire, adalah kecelakaan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah kematian Hall, keluarganya--yang mengenalnya sebagai Mac--berkata: "Keluarga kami sangat terpukul oleh kematian mendadak dan tragis Mac."
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar