Tolak Ajakan Minum Pelanggan, Gadis Cantik Dihajar Bosnya

shares

Gadis cantik dihajar bos. Foto
'Pelanggan adalah raja,' istilah ini sudah kita ketahui sejak dulu. Namun apakah semua pelanggan berhak diperlakukan sebagai raja? Tentunya belum tentu demikian, jika mereka ingin diperlakukan secara berlebihan.

Bagi pelayan, melayani pelanggannya adalah kewajiban, namun selama hal tersebut tidak berlebihan. Apalagi jika harus melayani konsumennya hal-hal yang terlalu berlebihan, seperti minum bersama atau ingin ditemani.

Tetapi yang diterima pelayan ini, saat menolak menemani pelanggannya, berakhir dengan hal yang menyakitkan. Bukan oleh konsumen ia diperlakukan tidak kejam, melainkan oleh bosnya sendiri.

Seorang penyanyi pub di Tiongkok terpaksa dikurung dan dipukuli oleh bosnya, karena ia menolak untuk minum dengan pelanggan tetapnya.

Wanita dari kota Anshan, yang dikenal sebagai Xiaoxi, dipukul, ditendang, bahkan digigit oleh atasannya sendiri selama tiga jam.

Setelah kejadian yang menyakitkan tersebut, penyanyi tersebut mengunggah foto-fotonya terlihat babak belur di media sosial, setelah polisi mengabaikan kasusnya.

Xiaoxi memposting foto-fotonya di akun pribadi seperti WeChat, Whatsapp dan Facebook, dengan menunjukkan wajah memar.

Di dalam postingannya, penyanyi tersebut mengatakan pada tanggal 21 Mei ia menolak untuk minum dengan pelanggan, meskipun mendapat tekanan dari atasannya, karena dia tidak ingin mengambil keuntungan dari pelanggannya tersebut.

Bos marah dan dia menuduhnya mempermalukan perusahaan, kemudian menyeret Xiaoxi ke sebuah ruangan dan menyerangnya dengan brutal.

"Dia memukul saya seperti orang gila dan mengancam hidup saya. Setelah saya di lantai, ia bahkan menggigit saya seperti anjing gila," tulisnya di akun media sosialnya.

Xiaoxi mengatakan dia tidak sadar dengan darah yang keluar dari tubuhnya dan berada di seluruh pakaiannya, ketika ia ditemukan. Dalam gambar-gambarnya Xiaoxi yang penuh luka menuliskan "Kami penyanyi, bukan pendamping. Kami memiliki martabat kami."

Dia mengatakan dia frustrasi dengan polisi, karena dia tidak bisa memberi mereka bukti siapa yang melakukannya. Teman-teman dan rekan-rekannya juga tidak bersedia untuk memberikan laporan dan menjadi saksi.

Dia bersumpah kan berjuang untuk keadilan, apa pun hasilnya, dia tidak akan membiarkan orang-orang yang telah menyakitinya.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar