Bunuh Singa Paling Terkenal, Dokter Gigi Diburu Netizen

shares

Walter Palmer (kiri) berpose dengan Cecil, singa buruannya. Foto
Binatang liar sudah seharusnya hidup di alam bebas, dan menikmati hidupnya layaknya kita menikmati hidup di Bumi ini. Apalagi hewan seperti singa, macan tutul, dan hewan lainnya yang jumlahnya kian menurun dari tahun ke tahun.

Binatang ini sudah seharusnya bisa hidup dan jauh dari gangguan manusia. Tetapi tetap saja, banya sekali manusia yang mempunyai hobi berburu, dan tanpa takut menghabisi hewan-hewan yang terancam punah tersebut.

Dan salah satunya adalah singa bernama Cecil, yang sangat terkenal di dunia yang hidup di alam liar Zimbabwe, dibunuh dengan sangat keji oleh seorang dokter gigi yang mempunyai hobi berburu. Kini ia kena imbasnya, netizen 'memburunya' layaknya ia memburu Cecil.

Dokter gigi yang teridentifikasi bernama Walter Palmer yang berasal dari Amerika Seikat, membayar sebesar US$55.000 atau Rp715 juta, untuk kesenangannya berburu di alam liar.

Bahkan setelah membunuh buruannya, ia memotong kepala hewan liar tersebut dan menjadikannya tropi yang digantung di dinding. Saat ia membunuh Cecil, ia dengan keji menguliti hewan tersebut, setelah memanahnya dan terbunuh dalam waktu 40 jam.

Kini Otoritas turis di Zimbabwe menggalang petisi, untuk menjadikan tindakan perburuan tersebut menjadi ilegal. Dan dokter gigi yang sudah diketahui identitasnya tersebut, kini sedang mendapatkan sorotan tajam dari netizen dan juga pelanggannya.

Bahkan kantor tempatnya bekerja tidak luput dari cacian, di mana di salah satu pintu masuk terdapat tulisan yang berbunyi, "Kamu pengecut dan pembunuh," sambil dibawahnya terdapat boneka dari binatang.

Dan tempat praktek yang ia kelola pun terpaksa ditutup, seiring dengan tinggunya tekanan dari netizen dan mereka yang peduli terhadap kehidupan di alam liar.

Beberapa komentar di dunia maya pun mengatakan, salah satunya dari orang bernama Roma M dai Kanada: "Hari-hati! Dokter gigi ini bisa membunuhmu saat proses perawatan gigi."

Bahkan tidak sedikit komentar yang mengatakan, jika mereka siap untuk memburu kepala Palmer dan dijadikan tropi layaknya hewan yang ia bunuh.

Seiring tingginya tekanan, Palmer pun mengungkapkan penyesalannya di media sosial, ia mengatakan: "Saya mengandalkan keahlian pemandu profesional lokal dan memastikan berburu sesuai dengan hukum ...Saya sangat menyesal dan akan bertanggung jawab secara hukum."

Cecil sendiri meninggalkan keturunan sebanyak 24 anak, yang bisa saja dibunuh oleh singa besar lainnya untuk menunjukkan dominasi.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar