Kolam 'Laut Mati' Ini Berubah Menjadi Lautan Manusia

shares

Ratusan orang di kolam 'Laut Mati.' Foto
Berenang di siang hari yang panas, adalah kegiatan yang mengasyikkan. Apalagi dilakukan di air yang jernih seperti di kolam renang. Selain membuat badan dingin, juga sebagai kegiatan olahraga yang menyehatkan.

Biasanya di hari-hari libur dan saat musim panas, kolam-kolam renang akan dipenuhi oleh orang-irang yang ingin mendinginkan tubuhnya. Namun jika masih ada jarak untuk bergerak mungkin itu masih hal yang wajar.

Tetapi jika Anda melihat kolam renang yang satu ini, mungkin akan mengurungkan niat untuk berenang. Pasalnya kolam renang di sini diserbu ribuan pengunjung yang mencoba melarikan diri dari panasnya matahari.

Kolam renang di sini bagaikan buruh yang sedang berdemo. Ada lebih dari 10.000 orang datang dan berdesakan di dalam taman air ini--yang dikenal sebagai 'Laut Mati' dari China-- yang berada di kota Daying, Provinsi Sichuan China.

Ribuan orang memadati kolam renang 'Laut Mati.'
Dengan begitu banyak orang yang menggunakan balon pelampung di sekitar kolam renang air asin ini, tidak ada sedikitpun kesempatan untuk berenang atau menyelam.

Tapi itu tidak mencegah pengunjung dari bersenang-senang sedikit, karena mereka tampak memercikkan air satu dengan yang lainnya, mereka tampaknya menikmati bersosialisasi, meskipun ramai.

Kolam 'Laut Mati' ini pun berubah menjadi kolam manusia dengan cincin pelampung yang mewarnainya.

Taman air ini adalah kolam dalam ruangan yang terbesar di Cina dan mencakup luas sekitar tujuh hektar, yang akan memberikan tantangan besar bagi penjaga kolam saat bertugas dan harus menjaga semua orang tetap aman.

Lebih dari satu juta orang mengunjungi kolam ini setiap musim panas, menurut pemiliknya. Kolam 'laut mati' ini dibuat menggunakan sumber yang kaya garam di wilayah tersebut, dan berisi 43 mineral yang berbeda.

Karena salinitasnya yang lebih dari 22 persen, perenang dapat mengambang tanpa takut tenggelam di permukaannya, seperti halnya Laut Mati di Timur Tengah.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar