Remaja Wanita Pengguna Alat Kontrasepi Kian Meningkat

shares

Penggunaan alat kontrasepsi. Foto
Alat kontrasepsi digunakan sebagai sarana pencegahan, atas kehamilan yang tidak diinginkan. Dan biasanya yang menggunakannya adalah mereka yang sudah menikah, dan mempunyai hubungan suami istri.

Ada beberapa alat kontrasepsi yang bisa digunakan, seperti pil, suntikan atau kondom. Dan bisa diterapkan kepada pria atau wanita. Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi juga untuk mengurangi ledakan penduduk di suatu negara.

Tetapi kini, alat kontrasepsi tidak hanya digunakan oleh mereka yang sudah mendapatkan hubungan sah sebagai suami istri. Para remaja wanita pun kini banyak yang menggunakannya. Tentunya ini menjadi perhatian khusus bagi orangtua yang memiliki anak remaja.

Mereka biasanya menggunakan kontrasepsi berbentuk implan dan suntikan, bahkan remaja gadis di bawah umur yang menggunakannya telah mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat dalam satu dekade.

Hal ini terlihat dari 8.400 remaja berusia 15 dan di bawahnya, yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit tahun lalu di Inggris, terkait penggunaan alat kontrasepsi, di mana pada tahun 2004/05 hanya terdapat 3.100 remaja saja.

Demikian juga di hampir semua klinik kesehatan, tercatat ada 58.700 remaja wanita di bawah umur 16 tahun yang menggunakan kontrasepsi berupa implan di Inggris selama sepuluh tahun terakhir, dan trennya terus mengalami peningkatan.

Sementara hubungan suami istri di Inggris adalah ilegal bagi mereka yang berada di bawah usia 16 tahun, dan penggunaan alat kontrasepsi tidak dapat diresepkan tanpa izin orang tua.

Namun para ahli kesehatan bersikeras, jika kebijakan ini sangat penting untuk diubah demi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sementara itu kehamilan remaja telah turun ke level terendah dalam hampir 70 tahun di Inggris, menurut statistik yang diterbitkan awal bulan ini.

Tapi ada kampanye yang memperingatkan bahwa, kemudahan akses terhadap alat kontrasepsi mendorong remaja aktif melakukan hubungan intim di bawah umur, dan menempatkan mereka pada risiko penyakit dan eksploitasi.

Angka-angka yang disusun oleh badan Kesehatan Inggris, NHS dan Pusat Informasi Sosial, menunjukkan bahwa 5.400 anak perempuan di bawah usia 16 menerima implan kontrasepsi di 2013/14. Dari jumlah tersebut, 1.800 adalah remaja di bawah umur 14 tahun.

Implan sendiri adalah tabung tipis yang berada di bawah kulit, dan ditempatkan di lengan atas yang mampu bertahan hingga tiga tahun, implan akan melepaskan hormon progesteron dengan dosis stabil ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan.

Sementara suntikan bekerja dalam cara yang mirip dengan implan, tapi berlangsung hanya delapan sampai 13 minggu sebelum melakukannya suntikan lagi.

Lalu bagaimana dengan remaja Indonesia? Di mana kita tahu jika prakter aborsi semakin meningkat, hal ini terlihat dari banyaknya pelaku dan klinik yang tertangkap kerap melakukan proses tersebut.

Kini peran orangtua dan masyarakat perlu ditingkatkan lagi, dan juga peran serta pendidikan agama agar anak-anak remaja kita tidak terjerumus lebih jauh terhadap hubungan di luar nikah ini.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar