Alergi Pakaian, Petani Ini Telanjang Selama 40 Tahun

shares

Subal Barman. Foto
Bertani bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan, maka tidak heran jika banyak anak muda saat ini lebih memilih bekerja di pabrik atai pergi ke kota-kota besar, untuk mencari sumber keuangan untuk diri sendiri, keluarga dan masa depannya.

Apalagi hasil dari pertanian dengan cuaca ekstrem saat ini, tidak bisa diprediksi. Ancaman akan gagal panen membayangi setiap petani. Apalagi dalam kesehariannya selalu bergelut dengan cuaca panas, dingin, hujan dan juga serangga yang bermacam-macam.

Tetapi bagi pria yang satu ini, bertani adalah kebutuhan. Meskipun cuaca panas, hujan yang dingin, bahkan serangga menyarang, ia tidak peduli. Dan yang paling ekstrem, ia tidak mengenakan pakaian untuk melindungi dirinya. Mengapa demikian?

Adalah Subal Barman, yang setiap harinya telanjang adalah pemandangan umum di desa Rajpur, di Bengal Barat, India utara, yang menolak untuk berpakaian, karena ada setiap kali mengenakan pakaian kulitnya serasa terbakar.

"Sejak kecil saya, saya tidak bisa mengenakan pakaian, ada sensasi terbakar dan itu tak tertahankan.." ucap Subal yang kami kutip dari Mirror.

Dia juga bahkan tidak bisa tidur menggunakan seprai, karena mempengaruhi kulitnya yang sensitif. Subal didiagnosis dengan kondisi langka oleh petuga medis setempat, ketika ia berusia lima tahun. Kemiskinan membuatnya kesulitan untuk mencari perawatan medis di kota terdekat.

Sebaliknya ia telah sangat nyaman dengan hidupnya saat ini, yang tidak pernah mengenakan pakaian sama sekali.

Jika Anda berkunjung kesana, mungkin terkejut dan menganggap gila di mana melihat seorang pria sepenuhnya dewasa berkeliaran dalam keadaan tanpa pakaian, namun ia menegaskan jika orang-orang di desanya telah terbiasa dengannya.

"Tetangga saya telah terbiasa dengan saya, mereka pikir itu normal dan tidak pernah mengeluh. Mereka tahu aku mengalami masalah ini selama bertahun-tahun," tambahnya.

Alergi yang dialaminya ini tidak merusak kehidupan sosial, dan ia menjelaskan bahwa dia kerap menghadiri acara pernikahan, pesta bahkan ke kuil lokal dalam keadaan benar-benar telanjang.

Meskipun sudah bertahun-tahun tidak pernah mengenakan pakaian, ia masih berjuang dengan cuaca. Saat musim dingin, ia akan mengalami sensasi yang menyenangkan, dan berbeda saat musim panas.

"Aku harus mengambil mandi beberapa kali sehari di musim panas, karena kulit saya terlalu sensitif terhadap panas, "katanya.

Subal sendiri mengaku, jika ketidaknormalan kulitnya adalah 'anugerah' untuknya hidup dalam kesendirian, karena tidak ada wanita yang mau menikahinya dengan masalah kulit yang ia alami.

"Tidak ada keluarga yang memungkinkan anak perempuan mereka untuk menikah aku. Aku tidak punya pilihan, ini adalah hidup. Aku tahu aku akan sendirian selamanya," ucapnya.

Sebagai seorang pria dewasa kadang-kadang ia merasa tidak nyaman saat telanjang, tapi sekarang ia menerima bahwa kemungkinan akan telanjang selama hidupnya.

"Saya telah menerima bahwa Tuhan telah memberi saya hal khusus ini. Mungkin di matanya aku istimewa!" tambahnya.

Seorang juru bicara untuk British Skin Foundation, Profesor Hywel Williams, mengatakan bahwa Subal mungkin menderita suatu bentuk Dysaesthesia, yang merupakan sensasi tidak menyenangkan yang abnormal ketika seseorang disentuh, biasanya disebabkan oleh kerusakan pada saraf perifer.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar