Dianggap Punah Selama 100 Tahun, Burung Ini Kembali Muncul

shares

Burung langka, Beo Malam. Foto
Burung beo malam ini sulit dipahami. Pasalnya spesies ini dianggap punah selama sekitar satu abad lamanya. Namun akhirnya, burung langka ini berhasil ditangkap dan ditandai, dalam sebuah penemuan yang luar biasa.

Selain penemuan yang mengejutkan ini, dua burung beo ini pernah ditemukan dalam keadaan mati selama 25 tahun terakhir. Dan burung beo malam ini belum pernah ditangkap kembali sejak tahun 1890-an, dan dianggap punah oleh banyak ahli burung.

Lalu di manakah burung beo malam langka ini ditangkap? Dan apa reaksi pecinta burung dan pemerhati lingkungan? Simak ulasannya berikut ini.

Burung yang tinggal di tanah ini, dianggap sebagai burung paling misterius di dunia. Pasalnya burung ini ditemukan oleh para peneliti padang yang gersang dengan luas area sekitar 56.000 hektar di Queensland, Australia.

Para peneliti menggunakan perangkap kamera dan mengikuti panggilan burung ini sebelum akhirnya ditangkap. Lalu mengambil beberapa contoh bulu dan menanamkan tag elektronik ke dalam burung tersebut untuk dipantau.

"Ketika kita menangkap burung ini...jujur​​...ada tanggung jawab besar, apalagi menjadi orang pertama yang menyentuhnya," kata ahli burung Dr Steve Murphy.

Lokasi penangkapan burung ini telah dirahasiakan, untuk mencegah perburuan atau masuknya pengamat burung yang ingin kesana.

"Selama kami bisa, kami akan menyimpannya sebagai rahasia. Ini suatu hal yang penting bahwa kita melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkan spesies ini, dan membawanya kembali dari ambang kepunahan," tambahnya.

Burung ini merupakan salah satu spesies paling langka di dunia, dan telah terbukti sangat sulit untuk ditemukan.

Nocturnal dan nomaden, pertama kali menemukannya tengah benua Australia pada tahun 1845, tetapi hampir tidak terlihat lagi sampai seorang naturalis mengaku telah melihat itu pada 2013, dalam diverifikasi hewan yang belum tercatat. Dua bangkai burung juga telah ditemukan, baik di Queensland, pada tahun 1990 dan 2006.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar