Foto-foto Memilukan Anak-anak Kelaparan di Yaman

shares

Anak-anak kelaparan di Yaman. Foto
Ribuan orang telah tewas dalam pertempuran antara pemberontak Houthi, dan pasukan yang setia kepada presiden yang diasingkan Abd-Rabby Mansour Hadi, yang melarikan diri dari negara tersebut pada bulan Februari 2012.

Selain ribuan yang tewas, negara ini juga mendapat tekanan dan impor makanan juga dilarang, sehingga memaksa 25.000 orang kelaparan setiap hari akibat menipisnya bahan-bahan kebutuhan pokok.

Setengah dari populasi Yaman, sebanyak 26 juta di negara itu kini berjuang untuk makan, akibat perang yang tidak berkesudahan. Dan banyak sekali anak-anak yang menjadi korban.

"Sebagian pihak yang bertikai terus mengabaikan panggilan untuk gencatan senjata, rata-rata keluarga di Yaman yang tersisa bertanya-tanya, ketika mereka akan makan untuk selanjutnya," kata direktur Oxfam di Yaman Philippe Clerc.

Anak-anak kelaparan di Yaman.
Hampir 4.000 orang telah tewas, dan lebih dari 1,2 juta penduduknya menjadi pengungsi. PBB mengatakan bahwa setiap 4 sampai 5 dari penduduk membutuhkan bantuan. Serta enam juta orang menderita kelaparan, dan organisasi kemaunisaan Oxfam menyebutkan 12.9 juta penduduk Yaman kelaparan.

Angka itu telah meningkat sebanyak 2.3 juta sejak Maret lalu, ketika koalisi Arab mendukung mantan Presiden Hadi, yang mulai membombardir Huthi dan memberlakukan blokade untuk memotong pasokan senjata.

Blokade telah memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, di mana mereka mengimpor hingga 90 persen dari makanan dan bahan bakar.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Johannes van der Klaauw mengatakan lebih dari 6 juta orang berada dalam situasi krisis makanan darurat, fase sebelum kelaparan pada skala ketahanan pangan digunakan secara internasional.

Anak-anak kelaparan di Yaman.
Van der Klaauw, yang mengunjungi Aden pada akhir pekan, berharap untuk meningkatkan bantuan ke kota pelabuhan sekarang ini, di mana pertempuran telah pindah ke bagian utara Yaman.

Beberapa pasar di kota masih berfungsi, tetapi pertempuran masih terus berlanjut di beberapa tempat. Beberapa pengungsi di Sana'a terpaksa mengemis.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Selasa bahwa, 3.984 orang telah meninggal dan 19.347 terluka antara 19 Maret sampai 19 Juli, menurut data dari fasilitas kesehatan.

Hal ini juga mencatat kenaikan dalam kasus demam berdarah di Yaman, dengan hampir 5.700 kasus yang dilaporkan sejak Maret, sekitar setengah dari korban berada di Aden.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar