Grafiti di Gua Ini Ungkap Kisah Bencana dan Kanibalisme

shares

Grafiti di gua. Foto
Bencana akan terus berlangsung setiap waktu, baik sejak zaman kuno hingga modern saat ini. Kita tidak bisa menghindarinya, karena bencana kerap terjadi di luar dugaan kita, seperti tanah longsor, tsunami, atau gamap bumi.

Begitu juga kanibalisme, terutama pada manusia. Terjadi bukan sekarang saja, sejak zaman nenek moyang kita dahulu, kanibalisme ternyata sudah ada. Dan itu dibuktikan dari grafiti dan tulisan di sebuah gua.

Sebuah 'jendela' menakutkan ke masa lalu ini telah ditemukan, setelah beberapa grafiti kuno terungkap di sebuah gua. Grafiti tersebut mengungkapkan kisah mengerikan dari bencana kekeringan, konflik dan kanibalisme, yang berlangsung selama 500 tahun.

Prasasti ini mendokumentasikan efek dari perubahan iklim selama beberapa generasi, dan memberikan peringatan akan datangnya masa kenabian dari masa lalu.

Analisis dari gua mengkonfirmasi cerita tentang kesulitan, dan juga mengungkapkan pola siklus cuaca. Namun yang bagusnya, grafiti ini menawarkan prediksi yang akan menghancurkan masa depan manusia.

Tujuh kekeringan antara tahun 1520 hingga 1920 didokumentasikan dalam beberapa grafiti yang cukup jelas, yang bercerita tentang kelaparan dan kerusuhan, yang berlangsung selama berabad-abad.

Menurut prasasti tersebut, banyak orang yang akan datang ke gua ini baik untuk mendapatkan air dan berdoa, agar hujan turun pada musim kering yang berkepanjangan.

Sebuah prasasti dari tahun 1891 berbunyi: "Pada tanggal 24 Mei tahun 17 periode Kaisar Guangxu, Dinasti Qing, walikota setempat, Huaizong Zhu memimpin lebih dari 200 orang ke dalam gua untuk mendapatkan air."

"Peramal bernama Zhenrong Ran berdoa untuk hujan selama upacara berlangsung."

Gua Dayu ini terletak di Pegunungan Qinling dari pusat Tiongkok yang terletak di wilayah yang didominasi oleh hujan musim panas, ketika itu 70 persen hujan datang terlambat dalam beberapa bulan.

Kekeringan pada tahun 1890 menyebabkan kelaparan yang parah dan memicu instabilitas sosial lokal, yang akhirnya memicu konflik sengit antara pemerintah dan warga sipil pada tahun 1900. Kekeringan lainnya pada tahun 1528 juga menyebabkan kelaparan meluas, bahkan dilaporkan banyak kasus kanibalisme.

Peneliti utama Dr Likangcheng Tan, dari Chinese Academy of Sciencies di Xiian, provinsi Shaanxi, mengatakan: "Ada contoh hal-hal seperti sisa-sisa manusia, alat dan tembikar yang ditemukan di gua, tapi itu tidak biasa menemukan sesuatu seperti ini."

Dengan sumber grafiti ini, peneliti kemudian menggunakan hasilnya untuk membuat ramalan cuaca jangka panjang untuk daerah tertentu. Model yang sama berkorelasi dengan kekeringan yang terjadi pada 1990-an ternyata memprediksi kekeringan lain di tahun 2030-an mandatang.

Dalam dekade terakhir, hasil yang ditemukan di gua-gua dan danau telah menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara perubahan iklim dan kematian beberapa dinasti di Tiongkok selama 1.800 tahun terakhir, seperti Tang, Yuan dan Ming Dinasti.

Peneliti berharap, dengan temuan ini bisa meminimalkan imbas dari kekeringan yang akan berlangsung di masa depan.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar