Ingin Panjang Umur? Makan Cabai

shares

Makan cabai. Foto
Makan makanan pedas bagi banyak orang tidak bisa dihindari. Bahkan ada beberapa irang yang terasa tidak lengkap saat makan, jika di dalam piringnya tidak terdapat sambal.

Apalagi di banyak daerah di Indonesia, selalu menyajikan menu makanan pedas, salah satunya adalah masakan padang. Begitu juga dengan sambal yang beraneka ragam, yang hampir bisa kita temukan di seluruh daerah.

Makan makanan pedas memang membuat kita ketagihan, rasanya yang membakar lidah, juga bisa membuat yang menyantapnya keluar keringat. Namun tahukan Anda, jika makanan pedas bisa memperpanjang umur?

Orang yang sering makan makanan pedas setiap hari memiliki risiko lebih rendah dari kematian dini, hal ini dikuatkan penelitian terbaru. Para ilmuwan menemukan bahwa, makanan pedas terkait dengan kecilnya risiko terkena kanker, penyakit jantung dan masalah pernapasan lainnya.

Sebuah studi terhadap hampir 500.000 orang paruh baya menemukan bahwa, mereka yang makan makanan pedas setiap satu atau dua hari sekali, lebih kecil kemungkinannya untuk mati daripada mereka yang jarang makan makanan pedas.

Para ilmuwan menduga bahwa capsaicin--bahan kimia yang terkandung dalam cabai--memiliki anti-obesitas, antioksidan, anti-inflamasi dan melawan kanker.

Penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal, didasarkan pada studi dari 487.000 orang Cina, masing-masing berusia antara usia 30 dan 79.

Setiap peserta ditanya tentang kesehatan dan kebiasaan makan pada umumnya, kemudian dilacak selama tujuh tahun berikutnya, di mana dalam waktu itu ada 20.224 dari mereka yang meninggal.

Para peneliti, dari Universitas Oxford, Harvard School of Public Health di Amerika dan Chinese Academy of Medical Sciences, menemukan bahwa, orang yang makan makanan pedas setiap satu atau dua hari, 14 persen lebih mungkin bertahan hidup dibandingkan mereka yang makan kurang dari seminggu sekali.

"Hubungan antara makan makanan pedas dan tingkat kematian yang lebih rendah, jelas benar-benar hanya pada orang yang tidak minum alkohol sama sekali," kata Profesor Kevin McConway dari Universitas Terbuka di Inggris.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar