Komet Sebabkan Peradaban Kuno Atlantis Terkubur?

shares

Ilustrasi Atlantis. Foto
Atlantis pertama kali dijelaskan oleh filsuf Yunani, Plato lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Sementara banyak orang yang percaya cerita ini adalah mitos yang diciptakan oleh, Plato untuk mengilustrasikan teori-teorinya tentang politik.

Sementara yang lain bersikeras, jika Atlantis ada didasarkan pada bencana alam yang pernah terjadi secara nyata. Menurut catatan Plato, yang ditulis sekitar 360 Sebelum Masehi, Atlantis merupakan kekuatan laut utama yang terletak di Atlantik.

Dan luasnya lebih besar dari Libya kuno dan Asia Kecil (Turki modern) yang disatukan. Atlantis juga dianalogikan sebagai pegunungan di bagian utaranya sepanjang pantai, dan dataran rendah di selatan Atlantis.

Dan kini para ahli mengklaim, jika pulau Sardinia mungkin menjadi pulau di mana Plato mengilustrasikan Atlantis.

Penulis sekaligus ahli yang mempelajari Atlantis, Sergio Frau mengatakan ujung selatan pulau Mediterania ini menyerupai Pompeii bawah air, yang mungkin telah menjadi inspirasi bagi Plato untuk menciptakan karya fiksi pulau Atlantis.

Dia dan ahli lain meyakini, jika gelombang pasang yang disebabkan oleh komet menghempaskan peradaban kuno, dan mengambil pulau yang kaya ini kembali ke zaman kegelapan.

Frau yang merupakan salah satu pendiri surat kabar Italia La Repubblica, bergabung dengan selusin ilmuwan Italia ketika mengunjungi pulau ini pada bulan Juni lalu.

Ia percaya pulau ini adalah Plato Atlas atau Atlantis, yang bertentangan dengan pandangan lama bahwa, inspirasi untuk pulau fiksi ini terletak di suatu tempat di selat Gibraltar.

Ujung selatan Sardinia menyerupai 'Pompeii yang terendam lumpur' di mana alat-alat berupa logam, keramik, pot dan lampu minyak ditemukan pada pertengahan abad ke-20, yang membuat banyak orang berburu peninggalan situs di sana.

Dia ingin mengungkapkan, mengapa Sardinia terjun ke 'zaman kegelapan' di 1.175 Sebelum Masehi.

Nuraghi yang merupakan benteng megalitik dengan menara sentral diperkirakan berasal dari abad antara 16 dan 12 SM, yang menunjukkan peradaban yang cukup maju sebelum bencana melanda.

Sudah ada sekitar 9.000 hingga 20.000 artefak dari pertengahan struktur Zaman Perunggu yang telah terdaftar selama 20 tahun terakhir Yang paling kompleks adalah Su Nuraxi, di Barumini, yang ditemukan pada tahun 1950.

Dokumen kuno menunjukkan, jika gelombang pasang yang sangat besar telah menyapu sebagian besar pulau ini, dan memaksa orang-orang pada waktu itu untuk melarikan diri yang disebabkan oleh komet.

Sejauh ini, memang tidak ada bukti yang mendukung teori komet, tetapi profesor yakin, idenya mungkin menjelaskan mengapa tempat tinggal yang sangat kompleks ini ditinggalkan begitu cepat.

Teori gelombang besar juga didukung oleh dokumen-dokumen kuno.

Sebuah prasasti di kuil Ramses III di Mesir Kuno, menceritakan kisah tentang bagaimana orang asing melihat sebuah gempa bumi dan air melanda tanah mereka. Dewa laut yang disebut Nun, mengirim gelombang besar untuk menghancurkan kota-kota dan desa-desa.

Lalu apakah Sardinia adalah Atlantis yang hilang? Hal ini masih dipelajari lebih lanjut oleh tim peneliti.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar