Pasar Jodoh, Di Sini Orang Tua Mengiklankan Anaknya

shares

Pasar jodoh di Tiongkok. Foto
Mencari jodoh bagi mereka yang sudah mapan, biasanya susah-susah gampang. Apalagi mereka yang memiliki kesibukan segudang dengan pekerjaa-pekerjaannya, sehingga mencari jodoh untuk kehidupan rumah tangga menjadi agak sulit.

Namun banyak cara yang bisa Anda lakukan, seperti aktif di jejaring sosial dan berkenalan dengan banyak orang, sering jalan-jalan, mencari kenalan lewan teman atau dengan cara yang kuno yaitu mencarinya lewat bantuan orang tua.

Walaupun cara yang terakhir semakin ditinggalkan, karena modernisasi, tetapi cara ini cukup masih saja dilakukan. Bukan hanya oleh mereka yang tinggal di derah pedesaan, tetapi di kota metropolitan pun cara ini masih bisa ditemukan.

Hal ini bisa dilihat di Tiongkok, tepatnya di Shanghai. Seorang turis di sana mengambil kameranya, saat melipir ke pasar aneh, di mana orang tua mengiklankan anak-anak mereka untuk mencari pelamar yang potensial.

Pasar jodoh di Tiongkok. Foto
Jeffrey Donenfeld, yang merupakan seorang petualang dari New York, berpetualang di sekitar Taman Rakyat 'pasar perkawinan' dan berbagai kartu informasi yang melekat pada payung, yang berisi tentang identitas dan ciri-ciri anaknya.

Sementara itu, sang ibu dan ayah akan menseleksi setiap orang yang ingin melamar anaknya, mereka juga kadang menanyakan apakah ia memiliki mobil, rumah dan kehidupan mapan lainnya.

Pasar ini dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu dari siang sampai sore, untuk orang tua yang telah menemukan pasangan yang cocok untuk anaknya, akan pulang dan mempertemukan mereka.

Pasar ini memberikan kesempatan yang sempurna bagi orang tua, untuk berbicara dengan calon pelamar potensial.

Secara tradisional, orang tua di Tiongkok akan mengatur pernikahan anak-anak, tetapi hak untuk memilih pasangan ditentukan oleh sang anak.

Sayangnya, tidak semua orang tua berhasil mendapatkan calon pelamar bagi anaknya. Dan banyak orang tua yang harus kembali, bulan demi bulan, tahun demi tahun di pasar ini.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar