Beruang Kutub paling Menyedihkan di Bumi

shares

Beruang kutub yang malang. Foto
Bertahan dengan menjadi yang terkut, adalah hal yang mutlak dilakukan di dunia hewan. Jika tidak, mereka bisa tersingkir dari muka bumi ini. Tetapi kini, banyak hewan yang mati sia-sia karena ulah manusia.

Banyak hewan yang sedikit demi sedikit mulai langka bahkan punah, dikarenakan banyak alasan, mulai dari perburuan oleh manusia, perubahan iklim, dan juga rendahnya suplai makanan akibar perubahan iklim.

Salah satu hewan yang terancam punah adalah beruang kutub, di mana populasinya kini mulai menyusut dikarenakan lapisan es di kutub mulai menghilang. Seperti beruang yang satu ini, terlihat kurus yang kemungkinan tidak akan berumur panjang.

Dengan menyeret kakinya yang terluka, beruang kutub ini tidak mungkin bertahan lama. Diperkirakan beruang betina ini terluka saat berburu walrus, yang menjadi salah satu sumber makanannya.

Binatang malang ini berhasil tertangkap kamera oleh seorang fotografer alam Kerstin Langenberger. Dia mengatakan, jika foto ini melambangkan nasib beruang kutub saat ini.

Langenberger yang berasal dari Jerman, membagikan cerita  beruang yang terluka ini di akun Facebooknya bulan lalu, dan telah menjadi viral dan telah dibagikan lebih dari 41.000 kali.

Foto itu diambil di Norwegia wilayah Svalbard, sekelompok pulau di Samudra Arktik di mana wisatawan sering pergi untuk melihat beruang kutub di habitat alaminya. Dia mengklaim, foto ini menjadi bukti dari es di kutub yang mulai menghilang, yang dipengaruhi oleh pemanasan global.

Tapi bagi Ian Stirling, peneliti beruang kutub di University of Alberta di Kanada, mengatakan kepada situs Mashable bahwa orang harus berhati-hati saat menyalahkan perubahan iklim terkait kondisi beruang.

Dia mengatakan, jika beruang itu kemungkinan sudah tua, sakit atau terluka, dan tidak kelaparan karena kekurangan mangsa atau es.

Pemerintah Norwegia sendiri memperkirakan, pada tahun 2004, ada hampir 3.000 beruang kutub di daerah Svalbard dan Laut Barents. Tetapi angka itu dirilis lebih dari 10 tahun yang lalu.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar