Apa Sebenarnya Perbedaan Otak Kanan dan Kiri?

shares

Ilustrasi otak. Foto
Anda mungkin pernah mendengar, beberapa orang menggambarkan diri mereka sebagai pribadi yang "berotak kanan" atau "berotak kiri." Di mana otak kiri lebih menonjolkan keterampilan matematika dan berotak kanan lebih kepada kreativitas seseorang.

Pendapat ini diungkapkan karena otak dibagi menjadi dua bagian, dengan masing-masing bagian otak memiliki fungsi yang berbeda pula.

Dua bagian otak ini mengkomunikasikan informasi, seperti pengamatan sensorik satu sama lain, melalui corpus callosum yang cukup tebal yang menghubungkan keduanya.

Bagian kanan otak akan mengontrol otot-otot di sisi kiri tubuh, sedangkan otak kiri mengontrol otot di sisi kanan tubuh manusia. Bila Anda mengedipkan mata kanan, sisi kiri otak sedang bekerja. Karena aktivitas silang ini, kerusakan pada satu sisi otak mempengaruhi sisi berlawanan dari tubuh.

Secara umum, otak kiri dominan dalam bahasa, mengolah apa yang Anda dengar dan menangani sebagian besar 'tugas' berbicara. Otak bagian kiri Ini juga bertugas melaksanakan logika dan perhitungan matematika yang tepat.

Sedangkan otak bagian kanan bertanggung jawab atas kemampuan spasial, pengenalan wajah dan pengolahan musik. Otak kanan juga melakukan beberapa rumus matematika, tetapi hanya perkiraan kasar dan perbandingan. Sisi kanan otak juga membantu kita untuk memahami citra visual, dan memahami apa yang kita lihat. Sehingga memainkan peran dalam bahasa, terutama dalam menafsirkan konteks dan nada seseorang.

Baca juga: 5 Misteri dalam Otak

Adapun seseorang yang kidal, penggunaan dan preferensi dari dua bagian otak yang jauh lebih kompleks. Namun kebanyakan orang akan menggunakan bagian kanan tubuhnya, yang dikendalikan oleh sisi kiri otak. Tetapi menyeimbangkan kedua bagian otak sangat penting.

"Otak asimetri sangat penting untuk fungsi otak yang tepat. Hal ini memungkinkan dua sisi otak menjadi bagian khusus, meningkatkan kapasitas pengolahan dan menghindari situasi konflik, di mana kedua sisi otak mencoba untuk mengambil alih," kata profesor Stephen Wilson dari University College London kepada Live Science.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar