Menakjubkan, 'Gunung' Ini Terbuat dari Garam Dapur

shares

Gunung garam. Foto
Berwisata ke gunung mungkin bisa menjadi alternatif yang bisa Anda lakukan di akhir pekan. Selain memiliki udara yang cukup sejuk, gunung juga menawarkan ketenangan bagi siapapun yang ada di sana.

Banyak sekali pegunungan yang bisa dijadikan tujuan wisata, seperti gunung berpasir di Bromo, gunung yang menawarkan pemandian air hangat di beberapa wilayah di Bandung, bahkan gunung menyajikan pemandangan yang menakjubkan.

Tetapi apakah pernah terpikirkan oleh Anda, untuk berwisata ke gunung yang terbuat dari garam? Ya, garam dapur yang biasa Anda gunakan untuk makan. Mungkin terdengar mustahil, tetapi ini benar-benar ada.

Baca juga: Sensasi Menginap di Hotel yang Terbuat dari Garam

Adalah gunung Monte Kali yang terletak di kota kecil di bagian timur Heringer Hesse, Jerman. Uniknya, gunung ini terbuat tumpukan natrium klorida atau garam meja biasa, yang merupakan produk sampingan dari pertambangan kalium.

Gunung garam.
Selama lebih dari seratus tahun, pertambangan kalium telah menjadi industri utama di wilayah ini. Dimulai dengan pembukaan tambang kalium di Wintershall, pada tahun 1903, dan sampai saat ini menjadi tambang kalium terbesar di dunia dengan luas operasional seukuran Greater Munich.

Pertambangan Potash menghasilkan campuran kalium dan natrium klorida, kalium dengan konten antara 20 persen dan 35 persen. Di mana setiap satu ton kalium dihasilkan, ada ratusan natrium klorida yang diproduksi. Karena tidak digunakan, maka dibuang di beberapa tempat di sekitar wilayah tersebut.

Gunung Monte Kali ini mulai tumbuh pada tahun 1973. Tumpukan garam meja ini kini lebih dari 200 meter di atas permukaan tanah di sekitarnya yang meliputi area seluas 93 hektar atau 188 juta ton garam.

Baca juga: Danau Garam Terbesar Kedua di Dunia Mengering

Penduduk setempat menyebutnya gunung ini sebagai "Kalimanjaro"-- sebuah permainan kata-kata antara Kali (singkatan untuk Kalisalz, Jerman untuk "kalium") dan puncak gunung berapi yang terkenal Gunung Kilimanjaro.

Namun uniknya, gunung garam ini dikunjungi lebih dari 10.000 setiap tahun. Tetapi ada kekhawatiran, karena garam di sekitarnya merembes ke dalam tanah dan menyebabkan sumber air menjadi asin. Bahkan sungai Werra telah menjadi tidak ramah untuk organisme air tawar.


Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar