Dokter Ini Buktikan Jika Kanker Tidak Membunuh Penderitanya

shares

Pengobatan kanker. Foto
Kanker merupakan penyakit yang amat ditakuti. Bukan tanpa sebab, banyak orang yang telah meninggal saat menjalani pengobatan. Apalagi penelitian dokter saat ini mengungkapkan, jika kanker merupakan cara terbaik untuk meninggal.

Tapi apakah benar jika kanker itu dapat membunuh penderitanya? Ternyata ada pendapat yang mencengangkan dari seorang dokter, tentang kanker.

Dr Hardin B. Jones, merupakan salah satu dokter yang telah mempelajari dampak kemoterapi pada pasien kanker selama 25 tahun, dan temuan sangat menakutkan! Apakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

Setiap pengobatan kanker biasanya membutuhkan dokter, rumah sakit, dan perusahaan farmasi yang akan megambil keuntungan besar untuk ini 'industri kanker' ini. Setiap kali pasien melakukan kemoterapi, radiasi atau operasi untuk menghilangkan bagian tubuh terhadap kanker, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dr. Hardin B. Jones adalah seorang mantan profesor fisika medis dan fisiologi di University of California, Berkeley, di mana ia menyimpulkan jika kemoterapi tidak efektif, tetapi juga sangat berbahaya.

Ia menegaskan bahwa, pasien yang melakukan kemoterapi umumnya akan meninggal lebih cepat dan lebih menyakitkan, dibandingkan pasien yang telah memutuskan pada pengobatan alternatif. Temuannya menunjukkan bahwa, kemoterapi sebenarnya memperpendek hidup pasien. Sayangnya, bukti ini sangat dirahasiakan oleh industri kanker yang bisa menghasilkan jutaan dolar!

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam New York Academy of Sciences, Dr. Johns mengatakan orang-orang yang menolak kemoterapi, hidup rata-rata lebih lama daripada mereka yang menerima kemoterapi.

Kenali 5 Gejala Awal Kanker Rahim

Orang-orang yang menerima kemoterapi biasanya akan meninggal dalam waktu 3 tahun, dan banyak yang hanya beberapa minggu setelah memulai pengobatan. Pasien kanker payudara yang menolak terapi konvensional, hidup empat kali lebih lama daripada mereka yang mengikuti sistem. Ini adalah sesuatu yang Anda tidak akan mendengar di media massa, yang akan terus menyebarkan mitos bahwa kemoterapi adalah pengobatan kanker terbaik!

Menurut sebuah studi yang berbeda diterbitkan pada tahun 1979 dalam Journal of American Medical Association, pengobatan konvensional untuk kanker payudara, yang masih digunakan saat ini, tidak melakukan apa pun untuk menurunkan persentase kanker payudara atau untuk memperpanjang hidup.

Dua penelitian lainnya, satu di Israel pada tahun 1978, dan yang lainnya di Inggris, yang diterbitkan dalam The Lancet pada 1980, mengungkapkan temuan yang sama yang menegaskan kemoterapi tidak memperpanjang harapan hidup pasien kanker payudara pada dekade itu.

Studi terakhir menjelaskan tentang kebenaran tersembunyi bahwa banyak orang yang meninggal karena kanker, akibat pengobatan kemoterapi atau radiasi.

Kemoterapi sendiri bekerja dengan membunuh sel-sel sehat dalam tubuh, sebelum mereka menghancurkan kanker yang berkembang sangat lambat. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa, sebagian besar pasien yang meninggal karena kanker, sebenarnya meninggal karena kekurangan gizi, di mana sel-sel kanker memakan nutrisi dan darah dalam tubuh, sehingga menghambat sistem kekebalan tubuh dan mencegah tubuh untuk melawan infeksi.

Namun, kebenaran nyata tentang terapi kanker adalah, biaya yang harus dikeluarkan pasien antara US$300,000-1,000,000 sekali perawatan! Ini adalah satu-satunya alasan, mengapa industri medis terus menawarkan kemoterapi untuk pasien kanker.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar