Buaya Air Asin Terbesar Sepanjang Sejarah Berhasil Ditemukan

shares

Buaya air asin. Foto
Buaya adalah salah satu hewan yang berhasil selamat dari zaman dinosaurus. Hewan ini tidak banyak berevolusi sejak kelahirannya jutaan tahun silam, namun ukurannya yang kian mengecil dari nenek moyangnya.

Tetapi tahukah Anda, berapa ukuran buaya terbesar yang pernah ditemukan? Mungkin fakta ini bisa sangat mengejutkan Anda.

Buaya terbesar yang pernah menghuni lautan, ditemukan telah muncul di padang pasir Tunisia. Lalu mengapa predator besar ini bisa terdampar dan 'muncul' di padang pasir?

Selama 37 Tahun, Pemburu Ini Telah Bunuh 20.000 Buaya

Predator prasejarah ini, mampu tumbuh dengan panjang hampir sepuluh meter, dan beratnya mencapai tiga ton. Ahli paleontologi telah menjuluki spesies baru ini Machimosaurus rex dan menggambarkannya dalam jurnal Cretaceous Research.

Meskipun hanya ditemukan sudah menjadi fosil, namun bisa mengindentifikasikan mahluk berumur 120 juta tahun ini menjadi yang terbesar yang pernah diketahui dari silsilah buaya yang menghabiskan hidupnya di laut.

"Ini adalah penemuan baru yang rapi dari bagian dunia yang belum banyak dieksplorasi untuk fosil," kata ahli paleontologi Stephen Brusatte dari University of Edinburgh.

Fosil yang ditemukan termasuk bagian tengkorak dan beberapa tulang lainnya, yang ditemukan oleh Federico Fanti dari University of Bologna di Italia dengan dukungan dari rekannya di National Geographic Society.

Perenang Muda Panik Setelah Buaya Besar Mengejarnya

Para ilmuwan sedang menunggu penemuan kerangka yang lebih lengkap, untuk mengetahui persis seberapa besar Machimosaurus rex ini. Tetapi dengan asumsi bahwa spesies baru memiliki proporsi yang sama seperti kerabat dekatnya, Machimosaurus rex diperkirakan memiliki panjang 9,6 meter.

Sementara itu, buaya air tawar terbesar yang pernah ditemukan diberi nama imperator Sarcosuchus, yang hidup sekitar 110 juta tahun yang lalu, dan mampu tumbuh sepanjang 12 meter, dengan berat hingga delapan ton. Namun sejak saat itu, raksasa Deinosuchus dan garis keturunannya telah mati.

"Machimosaurus rex kemungkinan memiliki tubuh yang gempal, relatif pendek dan gigi yang relatif bulat. Dan tengkorak besarnya mampu memberikan kekuatan gigitan yang luar biasa," kata Fanti.

Bagi para ilmuwan, aspek yang paling penting dari Machimosaurus rex tidak pada ukurannya. Ahli paleontologi telah lama memperdebatkan apakah ada kepunahan massal pada akhir periode Jurassic, 145 juta tahun yang lalu.

Penemuan Machimosaurus rex dalam batuan kapur mengisyaratkan bahwa jika ada kepunahan massal saat itu, tidak membunuh semua kehidupan di planet ini.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar