Mengintip Dinding Pemisahan Si Kaya dan Miskin di Afrika

shares

Perbedaan si kaya dan si miskin. Foto
Siapapun orangnya, terutama mereka yang sudah berumah tangga pasti mengingikan kehidupan yang lebih baik, terutama dari sisi ekonomi. Namun tidak sedikit yang belum diberikan kesempatan, untuk menikmati harta yang berlimpah.

Di kota-kota besar kita bisa melihat, bagaimana perbedaan antara si kaya dan si miskin. Terutama di lokasi-lokasi mereka tinggal, dan rumah yang mereka miliki.

Namun bagaimana jika si kaya dan si miskin dibedakan wilayahnya? Mereka tidak bisa memasuki pemukiman kaya, bahkan untuk mencari uang untuk sesuap nasi sekalipun. Inilah yang terjadi di daratan Afrika.

Mas Kawin Pengantin Ini Bikin Heboh Netizen

Perbedaan wilayah si kaya dan si miskin. 
Pemandangan cukup mengejutkan ini masih terjadi hingga kini di Afrika Selatan, yang dengan jelas menampilkan warisan abadi dari apartheid, yang secara drastis dipisahkan antara ras dan kekayaan.

Seorang fotografer bernama Johnny Miller, yang berasal dari Seattle, menangkap fenomena pembagian wilayah ini di Afrika Selatan menggunakan sebuah pesawat tak berawak itu. Dan ia mengabadikannya dalam foto-foto, yang dia simpan dalam album berjudul 'Adegan yang tidak merata.'

Dalam foto-fotonya terlihat bagaimana pemukiman si kaya dan si miskin yang jauh berbeda. Si kaya masih bisa memiliki lahan yang luas, dengan rumah megah, sementara sebaliknya, si miskin hidup dalam rumah-rumah terbuat dari bahan seadanya dan kecil.

Miller menulis di website-nya: "Perbedaan hidup, bagaimana orang kadang-kadang sulit untuk melihat dari darat. Dari udara kita melihat sesuatu dari perspektif baru."
Perbedaan wilayah si kaya dan si miskin. 
Pria Kaya dan Anaknya Rasakan Hidup Miskin, Ini Hasilnya

Meskipun sudah lebih dari 22 tahun sejak berakhirnya era apartheid, namun perbedaan tersebut masih bisa dilihat snagat jelas. Seringkali masyarakat kaya dengan hak istimewa, tinggal hanya beberapa meter dari kondisi masyarakat kumuh dengan gubuk sebagai tempat tinggal.

Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar