Pemburu Harta Gali Kereta Penuh Emas Warisan Hitler

shares

Kereta api emas. Foto
Perburuan kereta api emas milik diktator Hitler yang menghilang selama beberapa dekade, terus dilakukan oleh para pemburu harta. Banyak yang berspekulasi, jika kereta api penuh harta tersebut hanyalah mitos.

Tetapi tidak sedikit bukti sejarah yang mencatat, jika kereta berlapis emas dan penuh dengan harta tersebut memang ada. Dan disembunyikan di salah satu tempat misterius, yang masih menjadi perbedabatan.

Namun salah sati tim pemburu harta berkeyakinan, jika kereta emas tersebut berada di Polandia. Dan mereka yakin, jika kereta tersebut membawa muatan dengan nilai setidaknya Rp5 triliun. Lantas benarkah jika kereta emas tersebut nyata?

Ditemukan Kapal Terkutuk Penuh Harta Berusia 450 Tahun

Beberapa ahli mengatakan, tidak ada bukti bahwa kereta dongeng tersebut dikubur di sebuah lokasi. Namun bagi Piotr Koper dan Andreas Richter, mereka percaya jika kereta sarat harta itu terkubur sembilan meter di bawah tanah, di sebuah terowongan kereta api di Walbrzych.

Koper dan Richter juga mengatakan, jika di situs tersebut kemungkinan telah digunakan untuk menyembunyikan ribuan mayat buruh kerja paksa.

Rumor mengatakan bahwa, setelah Hiter dan patai komuniasnya Nazi mundur, mereka membawa harta jarahannya dari Red Army ke kompleks yang berada di terowongan--lokasi proyek militer rahasia yang belum selesai--selama hari-hari terakhir Perang Dunia II.

Untuk membuktikannya, mereka akan memulai penggalian selama 10 hari. Pasangan ini bersikeras, jika penggalian ini lebih dari sekedar berburu harta karun.

Legenda menceritakan, jika lokomotif tersebut berangkat dari kota barat di Wroclaw--kemudian dikenal sebagai Breslau--sebelum menghilang secara misterius di sekitar Walbrzych--Waldenburg pada saat itu--untuk melarikan diri pada tahun 1945.

Di Kuil Ini Tersimpan Harta Karun Bernilai Triliunan Dolar

Namun apakah benar kereta api emas tersebut nyata, kita tunggu penggalian selama 10 hari kedepan.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar