Ditemukan 40 Bangkai Kapal di Dasar Laut, Apa Isinya?

shares

Bangkai kapal. Foto
Peranan Laut Hitam begitu penting, karena menjadi penghubung antara Eropa tenggara dan Asia Kecil. Laut Hitam juga berbatasan dengan beberapa negara di antaranya, Bulgaria, Georgia, Rumania, Rusia, dan Turki.

Laut Hitam juga sangat dalam, sehingga pemandangan di bawah permukaan airnya sangat gelap gulita, di mana tidak ada cahaya dan juga oksigen di sana. Para arkeolog telah lama percaya, jika lokasi ini adalah 'zona mati.'

Para ahli pun melakukan ekspedisi, untuk melakukan pemetaan di dasar lautnya. Dan mereka telah membuktikan, setidaknya ada lebih dari 40 bangkai kapal kuno dari periode Ottoman dan Bizantium. Apa isi bangkai kapal ini?

Ini Dia Penemuan Harta Karun Terbesar di Dunia

Ekspedisi ini telah menjelajahi perairan di kedalaman1.800 meter di bawah permukaan Laut Hitam, menggunakan kapal lepas pantai yang dilengkapi dengan beberapa peralatan bawah air yang paling canggih di dunia.

Kapal ini melakukan pemetaan lanskap kuno, yang terendam air setelah Zaman Es terakhir.

Proyek yang dikenal sebagai Black Sea Maritime Archaeology Project (Black Sea MAP), melibatkan tim internasional yang dipimpin oleh University of Southampton's Centre for Maritime Archaeology.

Profesor Jon Adams, ketua penyidik proyek itu, mengatakan: "Kami berusaha untuk menjawab beberapa pertanyaan hangat yang diperdebatkan tentang ketika permukaan air naik, seberapa cepat dan apa efeknya pada populasi manusia yang hidup sepanjang pantai Bulgaria."

Para peneliti menggunakan dua Remotely Operated Vehicles (ROVs) untuk survei dasar laut.

Satu dioptimalkan untuk fotografi 3D resolusi tinggi, sementara yang lain, yang disebut Surveyor Interceptor, 'terbang' di empat kali kecepatan ROVs konvensional dan membawa seluruh paket instrumentasi geofisika, serta lampu, kamera definisi tinggi dan scanner laser.

Di antara bangkai kapal yang mereka temukan berasal dari periode Ottoman dan Kekaisaran Bizantium, yang memberikan informasi baru tentang masyarakat di pesisir pantai Laut Hitam.

Saat itu, banyak kegiatan kolonial dan komersial Yunani kuno dan Roma, dan Kekaisaran Bizantium, yang berpusat di Laut Hitam.

Setelah tahun 1453, ketika Turki Ottoman menduduki Konstantinopel (dan berubah nama menjadi Istanbul), Laut Hitam hampir tertutup dari perdagangan luar negeri.

Hampir 400 tahun kemudian, pada tahun 1856, Perjanjian Paris membuka kembali jalur Laut Hitam untuk perdagangan internasional.

Bangkai kapal yang ditemukan adalah bonus dalam penelitian bawah laut ini. Tapi temuan ini sangat menarik, untuk melihat apakah ada harta karun yang terkubur bersama bangkai kapal atau benda-benda berharga lainnya.

Hilang Beradab-abad, Akhirnya Kota Legenda Ini Ditemukan

Namun, butuh alat yang lebih mutakhir untuk mengambil dan meneliti isi dari bangkai kapal tersebut. Sementara, rover yang diturunkan ke dasar laut saat ini hanya untuk melakukan pemetaan saja.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar