Sebelum Bekerja, Karyawati Harus Berbaris dan Cium Bos

shares

Karyawati cium bos. Foto
Bekerja di sebuah perusahaan membuat kita harus menuruti segala peraturan yang ada, demikian juga dengan kemauan pemimpin perusahaan. Bahkan jika keinginannya cukup nyeleneh dan tidak biasa.

Bagi yang mampu bertahan, tentu akan mendapatkan posisi yang lebih baik di dalam perusahaan. Namun kadang, jika keinginan pemimpin cukup tidak biasa, apakah Anda akan bertahan? Terutama bagi wanita.

Seperti perusahaan yang satu ini, di mana pemimpin atau bos melakukan ritual yang cukup nyeleneh bahkan tidak lazim sebelum memulai bekerja, yaitu mengharuskan karyawatinya berbaris dan menciuminya satu per satu.

Heboh Wanita Cantik 'Mandi' di Kubangan Air Kotor

Dikutip dari Shanghaiist, perusahaan yang berada di Beijing ini, selalu melakukan 'ritual' yang tidak biasa dan sangat ofensif untuk meningkatkan hubungan kerja antara karyawan dan manajernya.

Setiap pagi, sekitar pukul 9:00-09:30, anggota staf perempuan diminta untuk berbaris dan mencium bos mereka sebelum mulai bekerja di sebuah perusahaan yang menjual peralatan rumah pembuatan bir di Distrik Tongzhou.

Foto-foto dari rutinitas sehari-hari tersebut cukup mengejutkan ketika beredar di media sosial China, Jumat lalu. Banyak pengguna Weibo bertanya-tanya, bagaimana para pekerja perempuan bisa terus bekerja di lingkungan yang menjijikkan seperti itu.

Salah satunya menuliskan: "Bagaimana para pekerja perempuan bisa menerima ini? Apakah pacar atau suami mereka tahu?"

Lainnya menuliskan: "Saya ingin meminta para pekerja perempuan: Apakah anda tidak punya uang Apakah Anda kelaparan jika Anda berganti pekerjaan??"

Menurut sebuah laporan Sohu, perempuan awalnya enggan untuk menghadiri rutinitas pagi tersebut. Dan bagi mereka yang menolak permintaan bos, harus mengundurkan diri dari perusahaan.

Dihujat Lempar Kucing, Wanita Ini Sebenarnya...

Sementara itu, bos mereka mengklaim bahwa praktik membantu untuk menciptakan ikatan yang lebih erat antara karyawan dan manajer (seperti ikan dan air).

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar