Nelayan Ini Temukan Muntahan Paus Senilai Rp32 Miliar

shares

Nelayan temukan muntahan paus. Foto
Mencari ikan di laut adalah hal yang biasa dilakukan oleh nelayan. Mereka bahkan bisa mencari hingga ke tengah lautan di malam hari, hanya untuk mendapatkan ikan yang banyak.

Namun kadang, mereka tidak pernah mendapatkan hasil yang cukup bahkan untuk sekedar menutupi biaya operasional. tetapi, selalu ada keberuntungan yang didapatkan oleh nelayan yang bekerja keras.

Nelayan yang satu ini bahkan telah menjadi milyarder dadakan, usai ia tidak berhasil menangkap ikan di jalanya. Tapi, ia berhasil 'menangkap' ambergris--muntahan paus--yang sangat langka.

Ditemukan di Pantai, 'Batu' Ini Bernilai Rp1,3 Miliar

Ambergris sangat dihargai oleh produsen parfum elit, karena menyebabkan reaksi kimia yang membuat wanginya bertahan lebih lama.

Benda berwarna abu-abu seperti lilin ini adalah produk sampingan dari sistem pencernaan paus sperma, yang biasanya dijuluki 'emas mengambang.'

Dan nelayan bernama Khalid Al Sinani ini sangat kaget, usai menjaring benda mengambang ini dengan berat lebih dari 60 kilogram di Qurayat, lepas pantai Oman.

Para ahli memperkirakan, jika ambergris ini dijual akan bernilai lebih dari £2 juta atau lebih dari Rp32 miliar.

Khalid menjelaskan kepada media lokal: "Saya sedang dalam perjalanan pulang, ketika itu saya mencium bau yang mengerikan dari kejauhan."

Ketika Khalid menelusuri sumbernya, ia menemukan bongkahan besar mengambang terbawa gelombang laut.

"Saya menggunakan jaring untuk mengumpulkannya, dan beratnya lebih dari 60 kilogram, dan perahu saya hanya 6 meter panjang," ucap Khalid kami kutip dari Mail Online.

Sekarang Khalid--kata pria berusia 30 tahunan kepada media lokal--akan pensiun dini dan menjalani kehidupan baru yang mewah.

Dia telah menolak tawaran dari produsen parfum lokal sebesar £21.000 per kilo, dan mengatakan ingin harga yang lebih mahal.

Muntahan Paus Ini Dijual Rp98 Juta, Mengapa Bisa Mahal?

"Mimpi saya menjadi kenyataan, saya telah menunggu saat seperti ini selama 20 tahun terakhir, ketika saya mulai memancing dengan ayah saya," ucap dia kepada surat kabar Shabiba.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar