Alasan Mahasiswi Ini Habiskan Rp59 Miliar Uang Salah Transfer

shares

Mahasiswi cantik. Foto
Kasus salah transfer uang di bank sering kita dengar, bahkan ada yang sampai mendapatkan uang dadakan hingga triliunan rupiah. Namun bagi mereka yang 'tertimpa rezeki nomplok' ini, akan mengembalikan kembali.

Bagaimana pun, uang yang ditransfer tersebut bukan miliknya. Tapi kadang, ada juga orang-orang yang enggan mengembalikan uang yang salah transfer tersebut, bahkan menghabiskannya untuk membeli barang-barang mewah.

Salah satunya mahasiswi ini, yang telah menghabiskan uang salah transfer bukan hanya dalam jumlah jutaan rupiah, tapi hampir Rp59 miliar. Mengapa ia bisa menghabiskan uang dengan jumlah besar tersebut?

Seorang mahasiswi Malaysia dituduh telah mengabiskan uang sekitar US$4.6 juta atau sekitar Rp59 miliar untuk membeli barang-barang mewah, setelah mendapatkan transfer yang keliru pada akunnya.

Wanita bernama Christine Jiaxin Lee pun ditahan, namun ia enggan mengaku bersalah saat tiba di Sydney Downing Centre Court.

"Kami merasa yakin klien kami akan dibebaskan," kata Aston pengacara Christine.

Aston mengatakan, jika keluarganya telah melakukan perjalanan dari Malaysia untuk mendukungnya melalui masalah pelik ini.

"Keluarganya sepenuhnya mendukung dia. Kami banyak tim bersatu di sini," kata Aston kepada Daily Mail Australia.

Saat itu Lee ditangkap pada Mei oleh petugas imigrasi di bandara Sydney, saat ia mencoba untuk naik pesawat ke Malaysia.

Mahasiswa teknik kimia ini telah dicekal untuk bepergian ke luar negeri usai mendapatkan kesalahan transfer oleh Westpac pada tahun 2012. Ia pun kemudian hidup berfoya-foya selama 11 bulan lamanya dengan uang tersebut.

Bahkan ia pernah menghabiskan Rp6 miliar dalam satu hari di toko Christian Dior di Sydney.

Pada April tahun lalu, seorang manajer senior dari bank menyadari kesalahan tersebut dan menuntut Lee untuk menjelaskan jutaan dollar uang yang hilang.

Lee sebelumnya mengaku, jika uang tersebut telah ditransfer oleh orang tuanya di Malaysia.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar