Dikira Sakit Perut Biasa, Ternyata Ada 150 Cacing di Perut

shares

Wanita sakit perut. Foto
Sakit perut seringkali kita anggap masalah kesehatan yang biasa, dan tidak membutuhkan penanganan khusus atau pergi ke dokter. Cukup meminum obat warung, maka sakit akan hilang dengan sendirinya.

Tapi jika sakit di perut datang bertubi-tubi atau sering, maka Anda perlu waspada. Kemungkinan ada masalah di dalam perut, seperti maag, usus luka, atau bisa jadi ada cacing di dalam perut kita.

Ya, kadang orang dewasa merasa yakin tidak pernah terkena cacingan. Padahal, penyakit yang identik dengan anak kecil ini bisa menjangkiti siapa saja. Wanita ini salah satunya, yang mengalami masalah cacing di perut yang cukup serius.

Seorang wanita India yang sudag berumur 22 tahun, Neha Begum terpaksa dilarikan ke rumah sakit pada Senin lalu, 2 Januari, setelah mengalami sakit perut yang parah dan mual selama lebih dari satu bulan.

Cacing di perut Neha.
Dan ternyata dokter dibuat terkejut, setelah menemukan ada lebih dari 150 cacing menggeliat hidup di perutnya, di mana masing-masing memiliki panjang lebih dari 25 sentimeter.

Insiden itu terjadi di Chandauli, India. Neha yang sebelumnya kerap mengunjungi beberapa dokter umum, hanya diresepkan obat penghilang rasa sakit biasa.

"Saya sangat sakit selama berminggu-minggu. Itu mengerikan. Saya tidak bisa tidur dan terus muntah. Tapi sekarang saya memiliki kehidupan yang baru," ucap Neha dikutip dari stomp.com.sg.

Rupanya, cacing berkembang di perutnya karena gaya hidup yang tidak higienis, ia kerap memakan sayuran dan air yang tidak dimasak, menurut petugas medis di rumah sakit, Dr Anand Prakash Tiwari.

"Kebersihan Dasar dapat menghindari masalah seperti ini. Cacing ini masuk ke aliran darah dan kemudian tumbuh di dalam tubuh. Saya masih terkejut, karena ini adalah kasus yang sangat tidak biasa," ucap dokter yang menanganinya.

Dokter juga mengatakan bahwa Neha beruntung, karena cacing tidak ditemukan di otaknya, yang bisa mengakibatkan kerusakan otak neurologis yang parah.

Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar