Media Dunia Ramai-ramai Beritakan Beruang Kurus di Bandung

shares

Beruang madu kurus di kebun binatang Bandung.
Beberapa hari belakangan ini kita dihebohkan dengan video beruang madu, yang berada di kebun binatang Bandung. Di dalam video tersebut terlihat, beruang yang tampak kurus dan meminta makanan dari pengunjung yang datang.

Miris memang, padahal banyak kebun binatang yang melarang memberikan makanan kepada binatang, karena mereka telah diberikan menu makanan yang cukup dan sesuai dengan makanannya di alam liar, di sini justru beruang madu memohon makanan.

Video tersebut pun menjadi viral, dan banyak diberitakan oleh media-media nasional. Tapi tahukah Anda, jika media dunia pun menyorotnya terlebih dahulu sebelum menjadi viral?

Salah satunya adalah Daily Mail, yang memang disitusnya kerap memberitakan kehidupan binatang. Mereka sangat khawatir melihat perilaku binatang yang ada di sana.

Padahal, saya sendiri yang notabene asli dari Bandung melihat, jika kebun binatang ini selalu ramai terlebih di hari libur nasional dan hari raya. Demikian pun dengan biaya masuknya, yang bisa lima kali lipat dari tiket masuk kebun binatang Ragunan.

Bahkan, antrean pengunjung yang datang ke kebun binatang ini selalu membuat macet di jalan seputaran ITB, yang memang bersebelahan dengan kebun binatang yang satu ini.

Tak heran, jika saat ini pun ada petisi untuk menutup kebun binatang yang satu ini.

Dan ternyata, bukan hanya Daily Mail yang memeberitakan kejadian miris ini, situs blog terbesar di dunia, Mashable dan Viraltrend, juga menyuguhkan kehidupan berat yang dialami binatang di kebun binatang Bandung.

Salah satu aktivis hewan Tori Hollingsworth pun begitu marah, usai melihat video ini dan langsung memutuskan untuk membuat sebuah petisi--yang saat ini telah ditandatangani lebih dari 12.000--menuntut kebun binatang ditutup.

Dia mengatakan: "Beruang ini sangat kurus dan lapar. Pengunjung pun memberi mereka junk food untuk mencoba dan membuat mereka tetap hidup."

Berikut videonya:

Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar