Samurai Jepang, Hidup Demi Pedang Mati oleh Pedang

shares

Prosesi Harakiri. Foto
Mendengar kata samurai pikiran kita tertuju pada pendekar dari Jepang, yng memiliki kemampuan luar biasa. Mereka termasuk prajurit yang loyal dan akan menjaga kehormatannya, meskipun nyawa taruhannya.

Prajurit samurai juga memiliki senjata yang luar biasa, yaitu pedang katana. Bahkan pedang ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang kuat, dan memiliki ketajaman luar biasa.

Namun ada kisah kelam di balik para samurai ini, di mana mereka memiliki tradisi harakiri, yaitu bunuh diri. Foto-foto di bawah ini memperlihatkan, seperti apa prajurit samurai ini melakukan tradisi mengerikan ini.

Harakiri di hadapan orang-orang.
Satu set dari foto-foto usang 130 tahun lalu menunjukkan, kehidupan prajurit Jepang yang biasa kita sebut sebagai Samurai.

Dalam foto ini juga terdapat proses yang cukup mengerikan bagi mereka, yaitu Harakiri, yang juga dikenal sebagai Seppuku. Ini adalah cara terhormat yang mereka gunakan untuk mengakhiri nyawa, baik secara sukarela atau jika mereka telah tertangkap oleh musuh.

Ritual ini juga bisa dilakukan di hadapan orang-orang. Gambar yang paling mengejutkan menunjukkan, salah satu prajurit samurai bersimbah darah dan matanya menatap saat pedang tajam mennusuk ke perutnya.

Samurai sendiri berasal dari periode Heian, yang dimulai pada tahun 710, dan mereka ditujukan untuk menghabisi suku asli Emirishi di wilayah Tohuku, bagian utara Honshu.

Selama berabad-abad, mereka menjadi lebih kuat dan akhirnya menjadi 'prajurit bangsawan' di Jepang, yang membentuk kelas penguasa di sekitar 12 hingga abad ke-19.

Prajurit samurai Jepang dengan atributnya.
Samurai sendiri adalah pegikuti ajaran Konfusianisme, yang dipengaruhi aturan yang kemudian dikenal sebagai bushido--secara harfiah 'jalan prajurit'.

Ada kode etik yang tidak tertulis yang menekankan mereka untuk berhemat, loyal, menguasai seni bela diri, dan menjaga kehormatan sampai mati.

Dan selama abad ke 15 hingga 16, samurai terbagi ke dalam banyak faksi, dan perang mulai berkurang jumlahnya.

Dan perdamaian bertahan selama periode Edo, banyak dari para samurai ini kemudian menjadi guru, seniman atau birokrat sehingga keterampilan bela diri mereka menjadi tidak dipentingkan.

Hingga masa Kaisaran Meiji berkuasa pada tahun 1868, prajurit samurai ini mulai melemah dan menyerahkan kekuasaannya.

Prajurit Samurai.
Bahkan hak untuk memakai katana (pedang) dihapuskan, dan siapapun yang tertangkap memiliki pedang katana akan dieksekusi di hadapan publik.

Meskipun prajurit samurai tidak lebih dari 10 persen dari populasi penduduk Jepang pada masa puncaknya, tapi mereka memengaruhi budaya Jepang hingga saat ini, dan terlihat dari seni beladiri modern Jepang yang saat ini masih dilestarikan.



Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar