Alasan Wanita Cantik Ini Rela Menikah dengan Buruh Tambang

shares

Pernikahan buruh dan wanita cantik. Foto: stomp.com.sg
Cinta bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja, bahkan tidak pernah memandang status dan kewarganegaraan. Siapa saja bisa merasakan indahnya jauh cinta, yang bisa membawa ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Salah satunya gadis cantik asal Rusia ini, yang rela menikah dengan seorang pria yang bekerja sebagai buruh tambang. Padahal keduanya memiliki kewarganegaraan yang berbeda, namun tetap memutuskan untuk bersanding di pelaminan.

Bukan hal yang mudah untuk memutuskan menikah bagi keduanya, apalagi sang pria tidak memiliki rumah dan juga harta benda. Lantas apa alasan wanita cantik ini rela dinikahi sang pria? Ternyata alasannya bisa membuat kita tersentuh.

Chen Jingyang 28 tahun dan Sophia, pengantin asal Rusia 22 tahun, akhirnya mengadakan pesta pernikahan yang sederhana bersama dengan teman-teman dan keluarga di sebuah hotel di kota Heihe, Provinsi Heilongjiang Sabtu lalu, 25 Maret lalu.

Menurut Shanghaiist, Sophia tiba di Heihe lima tahun yang lalu untuk belajar tentang Cina di salah satu universitas.

Selama waktunya di sini, dia memperoleh penghargaan besar untuk budaya Cina dan juga menguasai bahasa Mandarin dengan lancar.

Alih-alih kembali ke rumah setelah menyelesaikan pendidikannya, Sophia mulai bekerja di sebuah perusahaan di pusat kota. Dan di sana ia bertemu Chen, seorang penambang batubara, di paruh kedua 2016 melalui seorang teman.

Dia meminta kontak WeChat dan menghabiskan seluruh waktu luangnya berbicara dengannya. Asmara pun berkembang dengan cepat.

Setelah satu minggu berpacaran, Sophia mengunjungi Chen di tambang batubara dan segera berhenti dari pekerjaannya, untuk menjalin hubungan yang lebih serius.

Selama dua bulan, dia tinggal di are pertambangan batubara dengan toilet outdoor dan fasilitas mandi yang buruk, bahkan ia kerap bisa melihat katak dan tikus berlari.

Meskipun itu menjadi waktu yang paling sulit dalam hidupnya, Sophia mengatakan itu juga menjadi awal kebahagiaannya.

Setelah setengah tahun, Chen pun melamar Sophia dan ia langsung mengatakan ya.

Dia juga telah berhenti dari pekerjaannya, dan berencana akan mengunjungi rumah Sophia di Rusia untuk upacara resmi di bulan April mendatang.

Meskipun Chen tidak memiliki rumah, mobil atau tabungan, Sophia percaya bahwa mereka akan berbagi sesuatu yang jauh lebih berharga.

"Saya percaya bahwa cinta adalah hal yang paling penting. Kami hanya perlu bekerja keras, dan saya yakin bahwa kita akan segera dapat membeli rumah dan mobil," ucap Sophie dikutip dri stomp.com.sg

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar