Perbandingan Ledakan 'Bapak Semua Bom' dan 'Ibu Semua Bom'

shares

Ledakan bom.
Beberapa hari yang lalu, Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan 'Mother of All Boms (MOAB)' untuk memborbardir tempat yang diduga menjadi tempat pasukan ISIS. Dan bom ini baru pertama kali digunakan dalam perang.

Bom yang tidak memiliki hulu ledak nuklir ini, memiliki daya ledak yang tinggi. Di mana daya hancurnya sangat mengejutkan, sehingga dipastikan apapun yang ada di area ledakan tidak akan selamat.

Tapi siapa sangka, jika Rusia pun memiliki bom yang juga berdaya ledak tinggi, yang disebut 'Father of All Boms (FOAB).' Meskipun beratnya lebih ringan, tetapi kekuatannya sangat dahsyat. Seperti apa perbandingan dua bom mematikan ini?

Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin memiliki senjata empat kali lebih kuat daripada bom rakasa AS (MOAB) yang menewaskan 36 militan ISIS di Afghanistan.

Dilihat dari beratnya, MOAB memiliki berat 21,600 lbs , sementara FOAB beratnya hanya 15,560 lbs dan dikemas setara dengan 44 ton TNT yang meledak.

Ini adalah empat kali lebih dari model AS, yang melenyapkan apa pun di zona ledakan. MOAB sendiri dikenal secara resmi sebagai GBU-43B, yang akan melepaskan 11 ton bahan peledak yang menguap ke segala penjuru dalam radius ledakan 300 meter.

Sementara peledak raksasa yang dikenal secara resmi sebagai Aviation thermobaric Bom ini, dilaporkan memiliki daya ledak empat kali lebih besar dari MOAB.

Meskipun MOAB dan FOAB, tidak memiliki nuklir, setelah bom meledak bisa sebanding dengan senjata nuklir yang diledakkan. Saat uji coba oleh Rusia pada tahun 2007, suhu yang dihasilkan oleh ledakan FOAB dua kali lebih tinggi dari MOAB.

Meskipun angka yang berkaitan dengan FOAB telah beredar luas, namun tidak ada foto yang berhasil diabadikan. Hal ini menyebabkan analis pertahanan AS mempertanyakan, tentang klaim kekuatan dan ukuran bom milik Rusia ini.

Namun jika benar, peledak ini akan menjadi senjata non-nuklir paling kuat di dunia.

Kebanyakan kerusakan ditimbulkan oleh gelombang kejut supersonik dan suhu yang sangat tinggi. Bom ini juga menghasilkan lebih banyak kerusakan di area yang lebih besar, dari senjata konvensional massa yang sama.

Menurut General Alexander Rushkin, wakil kepala Rusia staf, bom baru yang dikembangkan lebih kecil dari MOAB tetapi lebih mematikan karena suhu di pusat ledakan dua kali lebih tinggi.


Perbandingan FOAB dan MOAB.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar