Tragis, Bayi 17 Bulan Ditemukan Menyusu dari Mayat Ibunya

shares

Anak yang menyusu dari mayat ibunya. Foto: dailymail.co.uk
Air susu ibu atau ASI adalah makanan yang penting bagi anak, terutama mereka yang masih di bawah dua tahun. Anak juga kadang tidak akan peduli, seerti apa keadaan ibunya jika mereka sudah haus atau lapar.

Seperti balita yang masih berumur 17 bulan ini, yang ditemukan warga sedang menyusu dari ibunya yang sudah meninggal. Ini adalah kejadian yang sangat tragis, di mana anak tersebut tidak tahu jika ibunya sudah tiada.

Polisi pun lantas mengamankan anak dan mayat ibunya ini. Lantas apa yang menyebabkan ibu ini meninggal, dan bagaimana warga menemukan kejadian tragis ini? Berikut kejadian lengkapnya.

Anak menyusu dari mayat ibunya.
Polisi saat itu dipanggil setelah mendapatkan laporan jika ada mayat di dekat rel kereta api di distrik Damoh, Madhya Pradesh, India, Kamis pagi. Ketika petugas tiba, mereka melihat kerumunan di sekitar wanita itu dan bayinya menangis yang masih berusia 17 bulan.

"Kami melihat seorang wanita terbaring di dekat jalur kereta api dan memberi tahu polisi. Tapi ketika kami mendekat, kami melihat seorang anak di sebelahnya menangis dan meminum susunya. Ini membuat mata air mata tersengal-sengal," ucap saksi, Monu Balmiki, dikutip dari dailymail.co.uk.

"Kami kaget melihatnya, sangat menyedihkan. Wanita itu terbaring meninggal saat anak itu duduk di sampingnya tanpa goresan. Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Itu cukup emosional bagi kita semua," ucap petugas polisi Nand Ram.

Balmiki menambahkan bahwa polisi telah dikirim untuk pemeriksaan mayat dan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kematian.

Sampai saat ini belum diketahui alamat rumah dari wanita malang itu, meskipun polisi mencoba menggali beberapa informasi tentang dia sehingga keluarganya bisa diberi tahu.

Balita malang ini juga dibawa ke rumah sakit terdekat untuk check-up. Anak itu kemungkinan akan dibawa ke panti asuhan sampai keluarganya berhasil ditemukan.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar