Abaikan Peringatan Usai di Tato, Pria Ini Tewas Mengenaskan

shares

Kematian akibat tato. Foto: dailymail.co.uk
Tato kini sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan modern, meskipun awalnya tato ini adalaj simbol ritual keagamaan. Tapi kini, siapapun bisa mendapatkan tato di tubuhnya dengan beragam gambar yang disesuaikan permintaan.

Tapi sebelum Anda memutuskan untuk membuat tato, apalagi permanen, maka perlu dipikirkan terlebih dahulu karena tato tidak mungkin bisa dihapus kecuali dengan metode dengan biaya yang mahal dan menyakitkan.

Selain itu, ada juga bahaya yang mengintai orang-orang yang akan ditato. Selain penyakit, ada juga peringatan lain yang harus dihindari. Kejadian nahas juga menimpa seorang pria yang meninggal dunia, usai ia terinfeksi dari tato yang baru dibuatnya.

Pria 31 tahun ini tidak mengindahkan nasihat, di mana berselang lima hari ditato ia nekat berenang di laut. Akibatnya, kulit yang ditato terluka dan infeksi pun terjadi. Padahal, ia harus mengindari air selama dua minggu usai ditato.

Tetapi saat itu, ia memutuskan untuk terjun ke perairan hangat di Teluk Meksiko berselang lima hari setelah ditato di betis kanannya.

Ia terkontaminasi bakteri pemakan daging, yang merobek bongkahan dari kulit dan akhirnya menyebabkan kematiannya.

Dikutip dari dailmail.co.uk, sehari setelah ia berenang, ia mengalami demam, menggigil dan ruam merah di dekat tato. Kondisinya terus memburuk dalam dua hari ke depan, sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit.

Dokter menduga, infeksi bakteri vibrio vulnificus bertanggung jawab atas kematian pria ini, karena ia menderita sirosis, yang disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari seseorang minum enam 340ml botol bir setiap hari.

Hanya dalam waktu 24 jam setelah dirawat di rumah sakit, dokter terpaksa menempatkannya di mesin pendukung kehidupan, saat organ di tubuhnya mulai mengalami kegagalan.

Dia berjuang untuk melawan syok septik, dipicu saat infeksi memicu reaksi kekebalan tubuh, dimana tubuh menyerang organ tubuhnya sendiri.

Membenamkan luka terbuka di air, baik itu kolam, bak mandi atau air laut menimbulkan ancaman infeksi.
Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar