Berumur 15 Tahun, Remaja Ini Hasilkan Uang Rp.700 Juta Setahun

shares

Nathan John Baptiste.
Menjadi pebisnis? Mungkin tidak banyak anak-anak yang mencita-citakannya. Kebanyakan anak-anak ingin menjadi seorang dokter, guru, atau pekerjaan lainnya di masa depan mereka.

Dan bisnis bukanlah menjadi pilihan utama, apalagi dilakukan di saat mereka masih berada di bangku sekolah. Tetapi bagi remaja yang baru menginjak umur 15 tahun ini, ide bisnis sudah berada di otaknya.

Remaja yang dijuluki sebagai Wolf Walthamstow ini, bisa menghasilkan uang sekitar Rp700 juta dalam setahun. Lantas bisnis apa yang kini digelutinya dan bagaimana ia melakukannya? SImak ulasannya di bawah ini.

Dikutip dari dailymail.co.uk, Nathan John-Baptiste yang bersekolah di London utara, bisa menjual minuman bersoda dan makanan ringan setiap hari dengan bantuan 11 'pegawainya' di tiga sekolah, dan ia bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp.1,2 juta.

Ia juga memiliki omset mingguan sebesar Rp.15 juta, sehingga memungkinkannya untuk menjalani gaya hidup mewah dan melakukan perjalanan ke lokasi wisata yang diinginkannya.

Dia menjelaskan bahwa, saat berbicara dari seorang jutawan yang dia ikuti sebagai bagian dari program pengembangan untuk membuatnya tetap berada di jalur yang benar, langsung membuatnya bisa menghasilkan uang dengan cara kerja keras.

"Sejak berumur tujuh tahun, saya menuruti jalan yang salah. Tapi orang ini bernama Carl masuk. Kupikir, aku ingin menjadi seperti dia," ucap Nathan.

Pada hari yang sama, Nathan mulai membeli dan menjual permen kepada teman-temannya di toilet anak laki-laki, dan dari sana bisnisnya mulai berkembang.

Dia mempekerjakan satu teman untuk membantunya menjual barang di tahun pertamanya, dan terus meluas seiring permintaan yang tinggi.

Di usianya yang menginjak 15 tahun, Nathan mempekerjakan 11 orang untuk membantu penjualan. Dia mengatakan kepada The Sun bahwa, banyak murid membuat pesanan berupa Lucozade, Chewits, KitKats dan Fruit Pastilles via Snapchat sebelum mengambilnya di jam istirahat.

Tapi, sekolah mengetahui tentang bisnis nyatersebut dan meminta Nathan menghentikan penjualannya. Bahkan Nathan diberikan hukuman, dengan tidak diperbolehkan masuk ke sekolahnya.

Tapi kini, ia telah diundang kembali ke sekolah dasar untuk melakukan pidato tentang kewiraswastaan ​​kepada murid-muridnya.

Berbicara tentang orang tuanya, Nathan berkata: "Mereka selalu menanamkan pada diri saya bahwa Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, dan itu adalah sesuatu yang telah saya lakukan sejak saya berusia empat tahun ketika saya membuat bisnis kue-kue yang sangat kecil."

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar