Menyesal, Gadis Asal Jerman Kabur dari Rumah dan Gabung Ke ISIS

shares

Linda Wezel.
Tipu daya ISIS memang sangat lihai. Hal ini terlihat dari banyaknya orang--terutama anak-anak muda--yang tergiur untuk pergi ke Irak dan bergabung dengan mereka. Termasuk para wanita, yang diiming-imingi pendapatan yang besar.

Banyak sekali mereka--teruama wanita--yang telah pergi ke markas ISIS kemudian menyesal, dan kesulitan untuk kembali lagi ke negara asalnya. Salah satunya remaja asal Jerman ini, yang terbujuk rayuan untuk bergabung dengan ISIS.

Inilah saat yang mengerikan bagi seorang anak sekolah asal Jerman, yang ditemukan bersembunyi di Mosul yang sedang dilanda perang. Di mana ia telah melarikan diri dari Jerman, hanya untuk bergabung dengan ISIS. Bagaimana nasibnya?

Pengantin wanita Jihadi bernama Linda Wenzel yang baru berumur 16 tahun, difilmkan oleh seorang tentara Irak saat dia diseret, kotor, linglung dan terluka di lengannya di bekas benteng pertahanan.

Rekaman menunjukkan, remaja tersebut mengernyit karena rasa sakit, saat dia dibawa ke sebuah penjara darurat, sementara tentara bayaran merayakan penangkapannya.

Ada laporan bahwa dia ditahan atas pelanggaran terorisme dan dapat menghadapi hukuman mati di Irak, karena menjadi anggota ISIS.

Wenzel, yang masuk Islam saat berusia 15 tahun di kota kelahirannya Pulsnitz di Jerman timur tahun lalu, melarikan diri dari rumah untuk bergabung dengan para fanatik, setelah mendaftarkan dirinya secara online oleh perekrut ISIS.

Dia pun terbang ke Istanbul, yang kemudian diselundupkan ke Irak, lewat seorang pejuang Chechnya yang terbunuh. Dan ia pun kini berakhir di Mosul, dimana sekitar 25.000 sukarelawan Isis meninggal dalam pertempuran untuk merebut kembali kota tersebut.

Pemerintah Jerman kini sedang bernegosiasi dengan pemerintah Irak, untuk mendapatkan kembali anak sekolah yang kini berusia 17 tahun pada akhir bulan ini, untuk dipulangkan kembali ke Jerman, di mana dia di sana juga menghadapi tuduhan karena masuk dan mendukung sebuah organisasi teroris.

Tidak jelas apa peran yang dia lakukan untuk kelompok tersebut di Mosul, tapi jika dia berjuang dan membunuh untuk ekstremis dia bisa menghadapi hukuman penjara yang panjang.

Satu majalah Jerman, mengutip sumber keamanan Irak, mengatakan bahwa dia dan keempat wanita Jerman yang ditemukannya di puing-puing Mosul bulan lalu, bekerja dengan polisi moral ISIS yang bertanggung jawab atas wanita yang berpakaian ketat.

Mereka yang tidak taat menghadapi cambuk--atau lebih buruk lagi. Entah Linda Wenzel terlibat dalam tindakan brutal belum jelas.

Bulan lalu, ayah Linda berbicara untuk pertama kalinya saat mengetahui anak perempuannya tinggal di Irak, sementara Linda mengatakan kepada wartawan bahwa dia menyesal telah bergabung dengan kelompok teror tersebut.

Berbicara di sel penjara di Baghdad, Linda berkata, "Saya hanya ingin pergi dari sini. Saya ingin melepaskan diri dari perang, dari banyak senjata, dari kebisingan. Saya hanya ingin pulang ke rumah untuk keluarga saya."

Loading...
loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar