Lakukan Pemotretan di Piramida, Model Cantik Dipenjara

shares

Marisa Papen.
Sebuah pemotretan bagi seorang model adalah hal yang biasa, baik dilakukan di darat, air bahkan udara sekalipun. Mereka hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh sang fotografer, agar hasilnya memuaskan.

Bahkan tidak jarang, model pun berani melakukan pemotretan di lokasi-lokasi terlarang atau berbahaya untuk menghasilkan foto yang indah. Dan kadang, mereka juga menanggalkan seluruh pakaiannya sesuai dengan 'pesanan'.

Salah satunya model yang satu ini, yang telah melakukan pemotretan di Mesir salah satunya di Piramida dalam keadaan tanpa sehelai benang pun. Dan dia terpaksa bermalam di penjara Mesir setelah tertangkap. Lantas bagaimana nasibnya?

Dikutip dari Daily Mail, model ini sedang melakukan pemotretan di sebuah kuil di Luxor saat tertangkap petugas.

Model asal Belgia bernama Marisa Papen, menggambarkan dirinya sebagai ekspresionis yang bebas dengan semangat dan ekspresif. Dan saat itu ia bepergian bersama dengan fotografernya, Jesse Walker, hanya untuk melakukan pemotretan di beberapa landmark paling terkenal di Mesir kuno.

Setelah menyuap pria muda yang berpatroli di Giza, model ini nyaris menghindari masalah dan bisa menanggalkan pakaiannya untuk berpose dalam pemotretan.

Tapi ketika empat penjaga keamanan Mesir melihat mereka di Luxor, Papen dan Walker ditangkap dan langsung dikurung.

"Dua tahun terakhir saya telah berjalan liar dan bebas di setidaknya 50 negara. Jarang saya berakhir dalam situasi genting. Sampai April tahun ini, di Mesir," ucap Papen.

Mereka menyadari jika perbedaan budaya, politik dan agama antara Mesir dan Barat bisa menuai polemik. Hingga petualangan mereka berakhir dengan cara yang berbeda dari yang mereka harapkan.

"Kami mencoba menjelaskan kepada mereka bahwa kami membuat seni dengan penghormatan tertinggi untuk budaya Mesir, namun mereka tidak dapat melihat hubungan antara ketelanjangan dan seni. Di mata mereka itu porno, atau semacamnya," tambahnya.

Keduanya akhirnya dimasukkan ke dalam sel yang dipenuhi oleh setidaknya 20 pria, ada yang pingsan di lantai, ada yang meremas tangan mereka melalui rel, ada yang berdarah dan berteriak.

Setelah beberapa jam dalam kondisi menghebohkan di penjara, Papen dan Walker dibawa ke pengadilan. Akhirnya, mereka dibebaskan dengan sebuah peringatan keras.

Kembali ke kamar hotel, Walker berhasil mengembalikan gambar yang dihapus dari kartu SD dengan perangkat lunak khusus. Sehingga mereka bisa berbagi dengan penggemar di negara asalnya.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar