Ini Alasan Kita Takut Terhadap Laba-laba dan Ular

shares

Laba-laba.
Banyak orang merinding bulu kuduknya, saat membayangkan seekor laba-laba merangkak di lengannya. Atau seekor ular merayap antara di kaki. Dan kita juga akan menghindari atau dibuat ketakutan, saat melihat mereka dari jauh.

Tapi di negara-negara industri barat, terutama di Eropa tengah, banyak orang tidak mengalaminya. Bahkan mereka kesulitan, untuk menemukan laba-laba atau ular berbisa di alam liar.

Sekarang, peneliti kini tahu dari mana ketakutan ini berasal. Dan mungkin Anda tidak pernah membayangkannya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Dikutip dari Dailu Mail, di banyak negara bahkan bayi takut akan gambar laba-laba dan ular. Dan peneliti mengatakan, bahwa reaksinya ini mungkin tertanam di otak untuk waktu yang lama. Dan diturunkan secara evolusioner, karena adanya koeksistensi hewan-hewan yang berpotensi berbahaya ini dengan manusia. Dan terjadi sejak nenek moyang, selama lebih dari 40 sampai 60 juta tahun.

Rasa takut laba-laba, arachnophobia, dapat berkembang menjadi kegelisahan. Di mana aktivitas kehidupan sehari-hari seseorang akan terbatas.

Beberapa orang bahkan tidak bisa masuk kamar, kecuali dinyatakan 'bebas laba-laba'. Dan ini terjadi pada kasus ketakutan parah atau phobia.

Tapi di negara maju, hanya satu sampai lima persen populasi yang dipengaruhi oleh fobia ini.

Beberapa peneliti berasumsi, bahwa kita mempelajari ketakutan ini dari lingkungan saat masih anak-anak. Sementara lainnya mengatakan, bahwa itu bawaan sejak manusia lahir.

Peneliti di MPI CBS di Leipzig, Jerman dan Universitas Uppsala di Swedia melakukan penelitian, yang menemukan bahwa bahkan pada bayi, reaksi stres terjadi saat mereka melihat seekor laba-laba atau ular. Mereka menemukan, bahwa ini terjadi pada bayi berusia enam bulan.

Para peneliti menyimpulkan, bahwa ketakutan akan ular dan laba-laba berasal dari evolusi. Reaksi stres yang diwariskan ini, membuat kita predikposisi hewan-hewan ini berbahaya atau menjijikkan.

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar