Percaya Takhayul, Ibu Empat Anak Bunuh Gadis Cilik Tetangganya

shares

Pembunuhan anak.
Masih ada orang-orang yang percaya akan sesuatu hal yang tidak masuk akal, meskipun zaman sudah modern. Di mana gadget dan ilmu pengetahuan mudah sekali didapatkan, tetapi kepercayaan terhadap takhayul masih dipertahankan.

Ada beberapa yang melandasinya, di antaranya pengalaman seseorang yang kemudian diikuti oleh lainnya. Termasuk dalam keinginan memiliki seorang anak laki-laki. Apapun bisa dilakukan termasuk membunuh seseorang.

Inilah yang dilakukan pasangan suami istri asal India, yang telah putus asa karena terus menerus diberikan empat anak perempuan. Sehingga mereka pun diduga membunuh seorang gadis berusia empat tahun, yang merupakan tetangganya.

Dikutip dari Daily Mail, pasangan ini percaya bahwa dengan melakukan 'pengorbanan', akan membawa mereka mendapatkan anak laki-laki.

Satish Singh, 35 tahun, dan istrinya Namita, 30 tahun, menculik anak perempuan tetangga mereka yang berusia empat tahun, memotong lengan, kaki dan telinganya sebelum menelan tenggorokannya.

Pasangan yang berasal dari Sahranpur, Uttar Pradesh, dikatakan telah putus asa untuk memiliki anak laki-laki setelah anak laki-laki satu-satunya meninggal saat usianya baru 18 bulan.

Kecewa karena 'terbebani' dengan empat anak perempuan, Singh mengunjungi seorang dukun dan pengusir setan, Vriksh Pal, 50 tahun, yang diduga menasihati mereka untuk 'mengorbankan' seorang gadis untuk memberi mereka anak laki-laki yang sehat.

Pasangan tersebut meminta bantuan ayah Singh, Kabool Singh, 60 tahun, dan ketiganya menculik anak perempuan Akshita yang berusia empat tahun, pada tanggal 1 Oktober lalu.

Singh melakukan ritual mengerikan pada gadis kecil itu, memotong lengan, kaki dan telinga saat dia masih hidup. Hingga akhirnya membunuhnya dengan menebas tenggorokannya dengan pisau besar, menurut sebuah laporan polisi.

Ayah Akshita, Mahavir Singh, 35 tahun, segera mengajukan laporan orang hilang kepada polisi setempat.

Dan empat hari kemudian, polisi menemukan sesosok mayat di dekat rumahnya yang telah dimutilasi dan dibungkus kain, yang kemudian dipastikan adalah putrinya.

"Terdakwa membunuh anak yang tidak bersalah karena kepercayaan mereka akan takhayul," kata Inspektur Polisi Prabal Pratap Singh, di Sahranpur.

"Kami telah menangkap Satish dan Vriksh Pal, sementara Kabool Singh dan putri Namita masih dalam pelarian. Kami juga telah menemukan kembali senjata dari terdakwa yang dia gunakan dalam kejahatan tersebut," tambahnya.

Laporan post mortem mengkonfirmasikan gadis kecil itu meninggal karena luka parah.

Sebuah tim polisi telah dikerahkan untuk menemukan Naimita dan Kabool, dan telah menawarkan hadiah sebesar Rp1,6 juta untuk setiap petunjuk yang terhubung dengan keberadaan mereka.

Preferensi anak laki-laki atas anak perempuan adalah masalah serius di banyak tempat di India, dengan kurang dari 800 anak perempuan lahir untuk setiap 1.000 anak laki-laki di beberapa negara bagian.

Statistik lain yang mengkhawatirkan dari PBB mengungkapkan, bahwa dari tahun 2000 sampai 2010 ada 56 kematian anak laki-laki berusia satu sampai lima tahun, untuk setiap 100 kematian anak perempuan.

Ini memiliki beberapa penyebab, anak perempuan secara tradisional menikah dengan mas kawin yang mahal yag harus disediakannya, mereka juga harus meninggalkan keluarga dan tidak boleh merawat orang tua mereka.

Anak laki-laki juga secara tradisional dipandang sebagai ahli waris potensial untuk properti dan bisnis keluarga, namun pegiat kesetaraan gender mencoba untuk mengubah pandangan ini.

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar