Misteri Kota 'Hantu' di Tengah Laut yang Membingungkan

shares

Kota hantu di tengah laut.
Manusia sudah mendiami bumi sejak ribuan tahun lalu. Dan beberapa nenek moyang kita sudah menjelajahi beberapa penjuru bumi dan membangun pemukiman. Namun ada beberapa di antaranya yang masih menjadi misteri hingga saat ini.

Bahkan beberapa kota masih menjadi misteri yang tidak terpecahkan sampai saat ini. Di mana ada yang mengatakan hanya mitos semata, seperti kota Atlantis. Keberadaannya masih diperdebatkan hingga kini.

Tapi ada juga sebuah bangunan yang dianggap sebagai kota yang dinamakan Nan Madol. Letaknya tidak jauh dari pulau utama Pohnpei di Mikronesia. Tempat ini pun dijuluki sebagai "kota hantu", oleh orang-orang yang tinggal di pulau-pulau di dekatnya.

Mereka mengklaim, jika di sana dianggap berhantu. Hal tersebut karena kerap muncul bola bercahaya misterius, yang terlihat di malam hari.

Bahkan ada mitos urban, bahwa jika Anda menginap di sana semalaman maka akan mati. Ini muncul saat para ahli memicu rumor, bahwa mereka telah menemukan Atlantis setelah menemukan kota kuno di bawah air.

Kota aneh itu bahkan dijuluki the Eighth Wonder of the World, oleh penjelajah Eropa awal. Tapi mereka dibiarkan bingung dengan apa yang mereka temukan.

Sekarang dalam sebuah film dokumenter, serial Science Channel "What on Earth?" Arkeolog telah menggali lebih jauh ke dalam situs tersebut, untuk mengungkapkan rahasianya.

Periset percaya, bahwa pulau Pasifik ini bisa berasal dari abad pertama atau kedua, namun asal usulnya tetap diselimuti misteri.

"Mengapa seseorang membangun kota di tengah lautan?" Mengapa di sini, sejauh ini, dari peradaban lain yang dikenal?," kata Arkeolog Dr Patrick Hunt.

Ada 97 blok bangunan - yang memiliki bangunan besar - dipisahkan oleh saluran air yang sempit.

"Sama menakjubkannya dengan situs ini yang muncul dari citra satelit, yang turun ke permukaan tanah bahkan lebih mengejutkan lagi. Ada dinding setinggi 25 kaki dan setebal 17 kaki," tambah Dr Karen Bellinger.

Nama Nan Madol sendiri berarti "ruang di antaranya", karena para periset dibiarkan bingung oleh sejarahnya.

Meski beberapa orang percaya, jika itu dijadikan tempat pemakaman bagi kepala suku yang tinggal di sana. Dan juga merupakan tempat kekuasaan politik. Oleh karena itu, ini akan menjadi pusat ritual keagamaan yang paling penting.

Loading...

Related Posts

1 komentar

  1. "Ada dinding setinggi 25 kaki dan setebal 17 kaki," tambah Dr Karen Bellinger.
    --------------------
    mbayangin bikinnya gimana nih orang jaman dulu udah maju ternyata.

    BalasHapus