Piton Perut Besar Dipaksa Keluarkan Mangsa Saat Tertangkap

shares

Ular piton dipaksa muntahkan mangsanya.
Ular piton salah satu pemangsa yang menakutkan, apalagi jika ukurannya sangat besar. Dan kita jangan sampai ceroboh atau berusaha menanganinya, jika tidak memiliki pengalaman yang cukup.

Tapi ular yang cukup banyak ditemukan di Asia Tenggara ini, bisa jadi sangat rentan jika sudah makan besar. Biasanya mereka akan berdiam diri di suatu tempat untuk beberapa waktu, sampai makanan di perut mereka dicerna seluruhnya.

Namun jika tertangkap, ular piton biasanya akan memuntahkan kembali makanannya. Tapi berbeda dengan nasib piton yang berperut besar ini, di mana saat tertangkap justru dipaksa untuk mengeluarkan kembali mangsanya. Apa isinya?

Ini adalah saat yang membuat perut melilit, di mana ular piton besar dipaksa untuk memuntahkan kucing liar.

Ular sepanjang empat meter itu, telah mencerna makanannya saat orang yang lewat menemukannya dalam pipa beton, di luar sebuah pusat penitipan anak di Bangkok, Thailand.

Petugas penyelamat dipanggil, untuk memijat perut ular piton dan mengeluarkan kucing yang mati. Menjelang akhir video, reptil ini membuka rahangnya dan memuntahkan kucing.

Kucing yang mati itu kemudian terlihat terbaring tak bergerak di samping ular, saat tim penyelamat membawanya pergi.

"Saya ingin membiarkan dia mengeluarkan makanan dari perutnya secara alami. Tapi petugas mengatakan bahwa hal itu tidak akan berhasil," kata seorang pekerja penyelamat mengatakan.

"Itu kucing yang keluar," tambah wanita itu, yang telah memfilmkan siksaan itu.

Jika ular tidak tertangkap, itu bisa menimbulkan bahaya bagi anak-anak di dekatnya. Hal itu yang ditakutkan.

Sangat jarang melihat ular piton melakukan ini, karena biasanya mereka akan memakan sesuatu dan tetap diam di suatu tempat.

Ular tersebut dilaporkan memakan kucing itu, sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk mencerna sepenuhnya. Ular piton dilaporkan dibawa ke hutan dan dilepaskan.

Loading...

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar