Rabu, 18 Oktober 2017

Percaya Takhayul, Ibu Empat Anak Bunuh Gadis Cilik Tetangganya

Pembunuhan anak.
Masih ada orang-orang yang percaya akan sesuatu hal yang tidak masuk akal, meskipun zaman sudah modern. Di mana gadget dan ilmu pengetahuan mudah sekali didapatkan, tetapi kepercayaan terhadap takhayul masih dipertahankan.
Selasa, 17 Oktober 2017

Misteri Bayi Alien di Perangkap Tikus, Ini yang Fakta Sebenarnya


Makhluk dikira alien.
Dalam satu dekade terakhir, ada banyak kasus dimana orang mengklaim telah melihat atau menemukan benda yang tidak dikenal atau alien. Beberapa bahkan mengklaim, bahwa mereka telah diculik oleh alien dan dikembalikan lagi, karena alasan tertentu.
Senin, 16 Oktober 2017

Tidak Usah Turun ke Air, Ikan di Sini Hampiri Nelayan

Ikan hampiri nelayan.
Menangkap ikan bisa jadi hal yang menyenangkan, apalagi jika kita tahu jika di lokasi tersebut banyak ikan. Seperti di laut, sungai atau bisa jadi di kolam yang memang dikhususkan untuk kita pancing.

Jadi Agen Properti, Remaja 19 Tahun Raup Omzet Rp180 Miliar

Akshay Ruparelia.
Sebagian besar remaja pria di usia kurang dari 20 tahun, akan menghabiskan waktu istirahat untuk tidur, bermain sepak bola atau mengobrol dengan anak perempuan. Tapi tidak bagi remaja pria yang baru berumur 19 tahun ini.
Minggu, 15 Oktober 2017

Ngeri, Bocah Tiga Tahun Tunggangi Piton 7 Meter Seperti Kuda

Bocah tunggangi piton 7 meter.
Ular piton adalah jenis ular yang tidak memiliki racun, namun mereka sangat ditakuti. Bukan hanya hewan yang menjadi mangsa potensinya, manusia pun harus takut terhadap ular yang satu ini karena memiliki kekuatan yang luar biasa.
Jumat, 13 Oktober 2017

Persahabatan Luar Biasa Monyet dan Kucing

Persahabatan monyet dan anjing.
Cuplikan yang menggemaskan telah muncul di media sosial, yang memperlihatkan seekor monyet sedang memeluk hewan peliharaan sekaligus sahabatnya, yaitu seekor kucing liar. Monyet tersebut terlihat memeluk anak kucing sepanjang hari dan juga sepanjang malam.

Cuplikan Langka Orcas Memburu Paus Minke Besar

Kawanan Orcas berburu paus.
Sebuah rekaman langka yang luar biasa menunjukkan, saat sekelompok orcas memburu dan membunuh paus minke yang sedang sendirian. Sekitar enam orcas, baik muda maupun dewasa, terlihat memburu dan mengelilingi paus minke, sebelum merobek dagingnya.
Kamis, 12 Oktober 2017

Mengerikan, Gelandangan Tega Makan Kucing

Gelandangan makan kucing.
Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang cukup populer di dunia. Bulunya yang lembut, wajahnya yang imut, dan tingkah polanya yang lucu membuat kucing begitu digemari. Selain itu, jenis kucing pun cukup beragam.
Rabu, 11 Oktober 2017

Dua 'Preman' Ribut di Jalan dengan Petarung MMA, Ini Hasilnya

Petarung MMA bertarung dengan preman.
Konflik di jalan raya mungkin hampir setiap hari terjadi, baik itu senggolan kecil hingga kecelakaan. Namun kadang, emosi di jalan raya mudah sekali tersulut, dan menjadikannya menjadi sebuah konflik yang cukup besar.
Selasa, 10 Oktober 2017

Ratusan Ular Cobra Berbisa dan Mematikan Bikin Merinding

Pawang ular dan ratusan cobra berbisa mematikan.
Ular cobra menjadi salah satu ular yang paling menakutkan, karena memiliki racuk yang mematikan. Bahkan satu tetes saja masuk ke dalam tubuh, manusia dewasa sekalipun bisa meninggal dunia dalam hitungan jam.
Senin, 09 Oktober 2017

Aksi Dua Gadis Cilik Tangkap Ular Bikin Jantung Copot

Aksi dua gadis cilik tangkap ular.
Menangkap ular bukan yang mudah dilakukan, apalagi oleh anak-anak. Apapun ularnya, baik yang memiliki racun berbahaya maupun tidak, harus tahu bagaimana cara penanganannya jika tidak bisa sangat berbahaya.
Jumat, 06 Oktober 2017

Tiba-tiba Jalanan Berwarna Merah dan Dipenuhi Makhluk Kecil

Jalanan berubah warna menjadi merah.
Fenomena aneh dan tidak biasa terjadi di Pulau Christmas, di mana jalan-jalan di sana tiba-tiba berwarna merah menyala. Bukan hanya itu saja, warna merah tersebut juga terlihat bergerak dalam gerakan yang pelan.
Kamis, 05 Oktober 2017

Tumpukan Dedaunan Kering Ini Bisa Membunuh Anda dengan Cepat

Daun kering mematikan.
Sepintas melihat foto di atas hanya ada sepetak tanah dan semak, serta ada dedaunan kering yang sudah berwarna coklat, sepertinya tidak ada hal yang luar biasa di sana. Tapi Anda harus tetap waspada, karena dedaunan kering ini bisa membunuh dengan cepat.
Rabu, 04 Oktober 2017

Mendunia, Ular Piton 7 Meter yang Lilit Pria di Riau

Ular piton raksasa di Riau.
Ular piton memang menakutkan, apalagi jika ukurannya sudah sangat besar. Beberapa bulan lalu juga tersiar kabar yang cukup menghebohkan dunia, di mana seorang pekerja di kebun sawit tewas di telan piton 7 meter.

Kini, seorang pria asal Riau juga harus berjibaku dengan piton berukuran sama yaitu 7 meter. Beruntung, pria ini memenangkan pertarungan yang melelahkan sampai mati melawan ular piton, yang membuatnya mengalami luka yang mengerikan.

Pria pemberani tersebut bernama Robert Nababan, di mana saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang dari pekerjaaanya, saat melihat dua pejalan kaki berhenti di persimpangan jalan karena ada seekor ular piton raksasa.

Pria 37 tahun memutuskan untuk 'mengamankan' ular ini, hingga mereka pun terlibat dalam pertarungan yang mematikan dan melelahkan.

Setelah berjuang melelahkan dan berhasil membunuh reptil tersebut, ia kemudian dilarikan ke rumah sakit karena luka-lukanya yang serius dan harus dirawat.

Petugas keamanan ini bekerja di perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, dan sekarang berjuang untuk kehidupan di rumah sakit.

Berita ini pun sampai heboh dan tersiar ke luar negeri, dan membuat beberapa situs berita internasional menanggapinya. Salah satunya Dailymail, yang mengangkat berita ini di headline beritanya.

Sontak saja, para pembacanya pun dibuat ketakutan saat melihat sosok ulr piton raksasa tersebut. Hingga berita ini menjadi viral dan dibagikan lebih dari 4 ribu kali serta dikomentari hingga ratusan komentator.

Salah satunya akun bernama zebracrossing yang berkomentar: "Ini seperti sudah ada orang di dalamnya"

Akun lainnya dengan nama BuddyRue, menuliskan: "Ini mimp buruk bagi kita semua."

Banyak yang tidak percaya oleh berita tersebut, apalagi mereka tidak melihatnya secara langsung.

Namun ternyata, Indonesi masih menyimpan ratusan mungkin ribuan piton besar yang ada di alam liar. Tugas kita adalah menjaganya dan jika bertemu dengan ular piton, lebih baik menghindari atau melaporkannya ke petugas konservasi setempat agar bisa diselamatkan dan diamankan.

Foto: dailymail.co.uk
Selasa, 03 Oktober 2017

Pawang Bunuh Diri di Facebook dengan Cara Digigit Ular

Pria bunuh diri.
Beberapa ular di dunia ini memiliki racun yang sangat mematikan, bahkan bisa membunuh manusia dalam waktu kurang dari satu jam. Bahkan seorang pawang ular sekalipun, bisa meninggal dunia akibat gigitan ular beracun jika tidak ditangani dengan tepat.

Biasanya, mereka tidak sengaja tergigit ular berbisa dan pertolongan sulit dilakukan. Tapi pawang yang satu ini memilih mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, yaitu digigit ular berbisa yang dipeliharanya.

Bahkan, ia menyiarkannya secara langsung di Facebook miliknya. Adalah pria bernama Arslan Valeev dari St Petersburg yang meminta teman-temannya di Facebook untuk menghubungi mantan istrinya, sebelum ia memutuskan digigit ular berbisa.

Menurut teman-temannya, Valeev menuduh mantan istrinya berselingkuh dan memukulinya. Dia menderita gegar otak, dan segera melaporkannya. Setelah dilakukan perceraian, dia bisa menemukan cinta baru, sementara Valeev ditinggalkan sendirian dengan hanya seekor ular peliharaan, Black Mamba untuk menghiburnya.

Pasangan Valeev dan Ekaterina 'Katya' Pyatyzhkina sebetulnya cukup terkenal di beberapa saluran YouTube tentang ula, dengan ratusan ribu pengikut. Dan perceraian telah membuatnya dipenuhi dengan asa penyesalan dan kesepian - dan satu-satunya jawaban yang dapat dia temukan adalah kematian.

Dalam siaran langsung yang mengejutkan, dia berkata: "Hai ... Jadi, guys ... (mendesah). Sudah waktunya melakukan apa yang harus saya lakukan. Streaming langsung [tidak bisa dimengerti]."

Valeen bangkit dan mematikan kamera, tapi suara 'ouch' yang teredam bisa terdengar saat ular mematikan itu menggigitnya. Dia kembali memberi tahu pemirsa: "Jika saya mati, maka saya mati."

Lalu dia berkata, "Saya akan tinggal bersamamu beberapa lama. Sedang dalam kasus - di ponsel saya ada pesan untuk Katya ...."

Napasnya semakin cepat, dan matanya mulai bergulir. "Lewati Katya bahwa aku sangat mencintainya," katanya sambil menunjukkan jarinya yang digigit dengan darah di atasnya.

Dia kemudian membacakan nomor ponsel mantan istrinya.

"Sebenarnya aku sudah sekarat. Selamat tinggal. Aku akan senang melihat Katya. Sial, aku gemetar," tambahnya.

Di akhir rekaman, dia bangkit dari kursinya dan terhuyung-huyung yang terlihat dari kamera, dan secara tragis meninggal tak lama kemudian. Salah satu temannya memanggil ambulans, tapi dokter tidak bisa menyelamatkannya, begitu Valeen sampai di rumah sakit.

Senin, 02 Oktober 2017

Kehausan, Kepala Ular Terjebak di Kaleng Minuman Ringan

Kepala ular terjebak di dalam kaleng minuman ringan.
Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan air, agar sistem di dalam tubuhnya bisa berfungsi normal. Apalagi air menjadi salah satu bagian paling besar dari tubuh, baik pada manusia maupun hewan.

Maka tidak heran jika tidak ada yang bisa bertahan hidup tanpa air, demikian juga dengan ular. Terutama di musim panas, di mana air tidak selalu didapatkan dari mangsanya, sehingga mereka juga bisa mencari sumber air terdekat.

Tapi seekor ular ini memiliki nasib cukup malang, di mana ia tertangkap kamera sedang meronta-ronta dalam usaha yang putus asa untuk bisa melepaskan kepalanya dari kaleng minuman ringan. Bagaimana nasib ular ini?

Sebuah video yang diambil oleh beberapa orang menunjukkan, seekor ular keluar dari hutan ke jalan tanah. Sementara di kepalanya terdapat, kaleng minuman ringan berwarna oranye.

Ia terlihat bergerak dengan gelisah dari sisi ke sisi, mencoba untuk melepaskannya. Namun semua usahanya tidak berhasil, dan ia mulai terlihat putus asa.

Orang-orang terus memfilmkan, saat ular itu terlihat datang ke arah mereka. Kejadian ini berlangsung di India, dan kemungkinan ular yang terjebak dari jenis ular beracun.

Tidak jelas bagaimana nasib ular malang ini, karena orang-orang yang memfilmkannya enggan menolong hewan yang malang ini.

Ada Pemangsa Mematikan Bersembunyi di Semak, Bisa Anda Tebak?

Pemangsa mematikan.
Sepintas kita hanya akan melihat semak belukar dan ranting-ranting yang telah kering. Dan hal tersebut membuat kita tidak curiga sama sekali, saat mendekatinya. Tapi siapa sangka, jika di sana tersembunyi pemangsa yang mematikan.

Ini bisa menjadi salah satu peringatan bagi Anda untuk tetap berhati-hati, terlebih jika ada hal-hal sepertiini di sekitar Anda. Apalagi jika anak-anak senang sekali berada di sekitar semak belukar tersebut.

Ya, siapa sangka jika di sana ada salah satu ular paling mematikan di dunia. Ular tersebut ular sangat licik dan bersembunyi di semak-semak. Bisakah Anda menebak di mana ular tersebut barada dan jenis apa?

Dalam foto luar biasa ini, ada seekor ular cokelat timur terbaring tersembunyi dan menjadi ular yang paling mematikan kedua di dunia.

Diambil oleh penangkap ular profesional di Brisbane Snake, foto ini telah meninggalkan pengguna media sosial bingung, dan banyak orang tidak dapat melihatnya setelah beberapa menit menatap layar.
Ular timur sokelat.
Terbaring di suatu tempat di antara tumpukan daun, ranting dan dahan, reptil ini hampir tidak dapat dilihat karena menyamar dengan sempurna.

Bahkan petunjuk dari penangkap ular bahwa di suatu tempat hanya di sebelah kiri, tidak banyak membantu orang-orang yang mencarinya.

"Saya pasti buta, saya masih belum bisa melihatnya bahkan setelah tip diberitahu," tulis satu komentar.

Tapi sementara sebagian besar pemirsa mencari sepasang mata manik-manik, kepala ular itu sebenarnya tersembunyi di balik tumpukan cabang-cabangnya.

Semua yang bisa dilihat binatang itu adalah bagian kecil dari tubuh cokelatnya, yang terlihat seperti cabang besar.

Serangan ular ini lebih merupakan pertahanan defensif yang dirancang untuk menakut-nakuti dan memperingatkan calon pemangsa.

Foto: dailymail.co.uk
Sabtu, 30 September 2017

Bikin Emosi, Nelayan Tangkap Lumba-lumba Putih Langka

Lumba-lumba putih yang langka.
Lumba-lumba adalah salah satu hewan yang cukup bersahabat pada manusia. Bahkan, kini banyak digunakan sebagai terapi penderita keterbelakangan mental. Maka tidak heran, jika kita tidak ingin mengonsumsi lumba-lumba.

Layaknya hewan pada umumnya, lumba-lumba juga bisa memiliki kelainan kulit, salah satunya berwarna putih. Dan biasanya, hewan dengan warna putih ini cukup mencook di antara jenisnya sehingga kerap diburu.

Salah satunya nelayan yang satu ini, yang terekam menangkap lumba-lumba putih yang langka. Video yang kemudian menyebar di sosial media tentang perilaku nelayan ini pun, mengundang emosi warganet. Seperti apa aksi nelayan ini?

Pihak berwenang China telah menangkap seorang warga desa, setelah sebuah video menjadi viral yang ditonton hampir 20 juta orang, yang menunjukkan bahwa dia mengikat seekor lumba-lumba putih langka ke kapalnya, dan kemudian menggiring hewan tersebut ke pantai.

Lumba-lumba yang kemudian dikonfirmasi sebagai lumba-lumba putih Cina (Sousa chinensis), jenis spesies langka yang dikenal sebagai 'putri duyung' oleh penduduk setempat dan juga dijuluki 'panda laut' ini, sebenarnya dilindungi pemerintah.

Rekaman ponsel yang diambil di Ningde City di provinsi Fujian, China timur, menunjukkan hewan malang itu terlihat diikat ke sisi kapal nelayan.

Diyakini lumba-lumba ini telah ditangkap - sengaja atau tidak sengaja - di Laut Cina Timur dan kemudian dibawa kembali ke pantai, di mana penduduk setempat tampaknya tidak dapat mengidentifikasi spesies yang jarang terlihat ini.

Namun, alih-alih memanggil pihak berwenang atau menyerahkannya ke petugas, warga desa tersebut diduga membunuh lumba-lumba tersebut dan difilmkan memotong bangkainya di pantai.

Koalisi hak-hak hewan, Aliansi Cetacea China mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan bahwa pembantaian brutal telah terjadi, namun mengatakan bahwa penduduk desa tersebut mengklaim, bahwa dia telah menemukan hewan tersebut mati sebelum membawanya ke darat.

Biro Kelautan dan Perikanan Fujian mengatakan telah menahan penduduk desa, namun tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung.

Lumba-lumba putih Tionghoa adalah spesies terlindungi kelas I di China - status yang sama diberikan pada panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca), harimau Siberia (Panthera tigris altaica), macan tutul salju (Panthera uncia) dan lainnya.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam mencantumkan lumba-lumba tersebut sebagai 'terancam' punah pada daftar merah komprehensif.